Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  bersama korban erupsi Gunung Semeru, Minggu (5/12/2021). Foto:Istimewa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama korban erupsi Gunung Semeru, Minggu (5/12/2021). Foto:Istimewa

Gubernur Khofifah Tegaskan Sistem Peringatan Dini Sudah Berjalan

Senin, 6 Desember 2021 | 12:56 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa sistem peringatan dini atau early warning system dari bencana erupsi Gunung Semeru sebetulnya sudah berjalan dan warga sekitar telah berusaha untuk melakukan evakuasi dini.

“Dari proses early warning system-nya sebetulnya Sudah berjalan. Jadi dari PPGA Pos Gunung Sawur juga sudah terkonfirmasi, dari koordinator penambang juga sudah terkonfirmasi,” katanya, Senin (6/12/2021).

Menurut dia, beberapa meter di lokasi kejadian juga sudah terdapat papan petunjuk jalur evakuasi, sehingga tataran mitigasi dan sistem peringatan dini  dari bencana erupsi sudah berjalan. Hanya saja memang material yang dibawa pada guguran kali ini rupanya jauh lebih besar dari yang diprediksi oleh mereka yang di lingkungan daerah.

"Jadi kembali lagi, kewaspadaan jangan pernah kita under estimate dari fenomena alam, termasuk mereka yang di wilayah Semeru sangat paham bagaimana kultur Semeru,” tandas Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, upaya evakuasi dini juga terlihat dari posisi truk-truk yang berjajar dengan jarak yang cukup dekat menunjukkan bahwa mereka sedang dalam proses evakuasi, dan sebagian warga ada yang berlindung di atap rumah.

“Mohon media juga bantu proses penyampaian dari apa yang sudah dilakukan Forkopimda Lumajang, dan kota/kabupaten sekitarnya yang sudah bergotong royong dan masyarakat luas, dalam hal ini Orari menjadi penting karena beberapa titik juga masih blank spot, maka tim Orari yang setiap terjadi suasana kedaruratan, mereka ini paling signifikan untuk mengupdate di lapangan,” imbuh Khofifah.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN