Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Dok. Kementan)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Dok. Kementan)

Mentan Minta Produk Perkebunan Kuasai Pasar Ekspor di 2022

Selasa, 28 Desember 2021 | 19:25 WIB

BOGOR, investor.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta agar di tahun 2022 nanti, sektor perkebunan Indonesia dapat lebih maju, mandiri dan modern serta mampu kuasai pasar ekspor. 

Hal ini dikarenakan perkebunan telah menjadi sektor strategis yang mendukung kinerja positif pertanian khususnya selama pandemi Covid-19. 

“Ini adalah momentum untuk konsolidasi atas apa yang sudah kita lakukan satu tahun kebelakang, dan apa yang akan kita lakukan ditahun mendatang, maka di 2022 Perkebunan harus menjadi sektor yang makin maju mandiri dan modern,” ungkap Syahrul saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Perkebunan di Bogor, Selasa (28/12).

Sektor perkebunan, kata Syahrul, harus mempunyai program unggulan yang dapat mengaktualisasikan sektor ini di tahun mendatang.

Di kesempatan tersebut, ia mendorong agar sektor ini mampu melakukan berbagai bentuk akselerasi baik dari sisi hulu hingga hilir. Syahrul juga meminta agar seluruh pihak yang terlibat di sektor ini berani menampilkan komoditas unggulan baru di sektor perkebunan. 

“Tidak hanya sawit, kita punya komoditas unggulan perkebunan lain yang juga memiliki potensi besar bahkan dipasar dunia, ada kopi, kelapa, jambu mete, kakao, karet, lada, pala, dan cengkeh serta komoditas perkebunan lainnya, potensi ini dapat menjadi modal kita untuk melakukan lompatan-lompatan” tegas Syahrul. 

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, nilai ekspor pertanian Januari-November 2021 sebesar Rp 569,11 triliun  naik 42,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang hanya mencapai Rp 399,45 triliun. Sebagian besar dari nilai tersebut merupakan kontribusi dari sektor perkebunan.

“Kinerja ini harus terus di maintain bahkan ditingkatkan, kedepan saya ingin warung-warung kopi di dunia harus ada kopi Indonesia, dan produk - produk perkebunan lainnya harus ada di tempat-tempat strategis di dunia,” katanya. 

Di kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan  Ali Jamil mengatakan, luas areal perkebunan Indonesia mencapai 27,5 juta hektar.

Sebesar 65 persen di antaranya adalah perkebunan rakyat. Perkebunan rakyat ini, lanjut Jamil, memerlukan dukungan berbagai pihak untuk menghadapi berbagai tantangan baik dalam aspek produktivitas, skala usaha, kepemilikan lahan, hingga permodalan, pembiayaan maupun inovasi teknologi. 

"Pekebun rakyat memerlukan dukungan untuk bangkit dalam menghadapi beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan pembangunan perkebunan, sehingga perlu ada intervensi pemerintah, kerjasama dan sinergi antara kementerian lembaga dan pemangku kepentingan lainya", kata Jamil.

Skema anggaran dalam pembangunan perkebunan rakyat, lanjut Jamil, mulai diarahkan agar tidak hanya bergantung dengan APBN, tetapi diarahkan pada pemanfaatan KUR, CSR dan sumber pembiayaan lainnya.

"Oleh karena itu, kami meminta kepada segenap jajaran pertanian dan stakeholders terkait agar bekerja bersama-sama memastikan pelaksanaan kegiatan hingga tercapainya tujuan pengembangan pembangunan perkebunan," ujarnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN