Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tenaga Kesehatan menyiapkan vaksin Covid-19 Booster untuk warga lansia di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/1/2022).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Tenaga Kesehatan menyiapkan vaksin Covid-19 Booster untuk warga lansia di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/1/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Selama Masih Pandemi, Vaksin Booster Terus Dipersiapkan

Rabu, 12 Januari 2022 | 21:32 WIB
Hendro Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Pelaksanaan program vaksinasi dosis ketiga (booster) yang mulai dilakukan hari ini (12/1/2022) didasari adanya kecenderungan penurunan jumlah antibodi 6 bulan pasca-pemberian vaksinasi primer ditambah dengan adanya kemunculan varian-varian baru Covid-19, termasuk varian Omicron.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr Alexander Ginting mengatakan selama pandemi masih berlangsung dan ada virus Corona varian baru masuk ke Indonesia, maka vaksin booster terus dipersiapkan.

"Tetapi yang kita persiapkan sekarang ini adalah menyelesaikan vaksinasi 1 dan 2, karena vaksinasi 1 baru mencapai 80% dan vaksinasi 2 sekitar 55%," jelasnya di sela-sela peresmian nama Primaya Hospital PGI Cikini, Jakarta, Rabu (12/1/2022).
 

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander K. Ginting
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander K. Ginting

Jadi orang yang menerima booster tersebut harus sudah menerima vaksinasi ke-2 dan tidak mungkin bisa menerima booster kalau belum menerima vaksin 1 dan 2. Oleh karena itu pemerintah terus mengajak masyarakat khususnya lanjut usia (lansia) untuk vaksinasi, karena masih rendah realisasinya, padahal targetnya 21 juta.

"Oleh karena itu, lansia sebagai populasi rentan yang bisa mengakibatkan naiknya mortalitas dan morbiditas rumah sakit, mereka ini yang harus dikejar untuk segera vaksinasi. Lansia dan kelompok rentan juga menjadi prioritas vaksin booster. Sementara untuk remaja, belum bisa karena syarat booster itu diatas 18 tahun," jelas dr Alexander.

Pemerintah pun sudah menyiapkan 5 jenis vaksin dan modelnya menggunakan jenis vaksin yang sama (homolog) atau dengan jenis vaksin yang berbeda dari vaksin primer (heterolog). Selain itu diatur juga jumlah dan ketersediaan serta jumlah keberhasilan di kabupaten/kota. Jadi ini "PR" menyelesaikan vaksinasi 1 dan 2.

"Yang dimaksud kelompok rentan itu masuk mereka yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta, ibu hamil dengan asma atau penyakit lainnya dan juga ibu hamil dengan usianya sudah lanjut (di atas 37 tahun). Ini mereka yang harus dilindungi, namun dengan menunjukkan bukti telah vaksinasi 2," ungkap dr Alex.

Ia juga menjelaskan bahwa vaksin dosis ketiga atau booster bisa saja menjadi syarat pelaku perjalanan khususnya bagi lansia, agar aman saat melakukan perjalanan. Sementara lansia yang tidak melakukan vaksinasi sesuai aturan tidak boleh jalan keluar dari rumah dan itu ada di aturan PPKM Nataru kemarin.

"Tetapi kalau untuk syarat perjalanan untuk semua orang, kami belum tahu ke depannya bagaimana, karena pastinya akan dibicarakan lebih lanjut lagi ke depannya bagaimana," pungkas dr Alex. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN