Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu lansia menerima vaksin booster di Puskesmas Curug Mekar, Jalan Abullah bin Nuh, Kota Bogor, Kamis (13/1/2021). Foto ilustrasi: IST

Salah satu lansia menerima vaksin booster di Puskesmas Curug Mekar, Jalan Abullah bin Nuh, Kota Bogor, Kamis (13/1/2021). Foto ilustrasi: IST

ITAGI:  Booster Diprioritaskan untuk Lansia dan Kelompok Rentan

Jumat, 14 Januari 2022 | 13:18 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id   - Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI)  Prof Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, vaksinasi booster  atau dosis ketiga selain  direkomendasikan untuk tenaga kesehatan (nakes),  prioritas selanjutnya adalah lansia dan kelompok rentan yang memiliki masalah  imunodefisiensi  dan komorbid.

Sri Rezeki menegaskan, rekomendasi ITAGI ini berdasarkan  arahan dari World Health Organization (WHO). Sebab, efikasi vaksin menurun setelah 6 bulan penyuntikan.

“Kalau menurun itu berarti kita menjadi rentan terhadap  penularan dari Covid-19. Tapi ada kelompok-kelompok  yang rentannya lebih tinggi dari masyarakat pada umumnya. Misalnya, nakes yang sehari- hari ketemu dengan  pasien. Tentu penularanya jauh lebih tinggi risikonya, maka pada Juli  tahun lalu booster untuk nakes,” kata Sri saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (14/1/2022).

Prof Sri Rejeki Hadinegoro, Ketua ITAGI. Sumber: BSTV
Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua ITAGI. Sumber: BSTV

Sri menambahkan, setelah nakes, lansia termasuk yang sangat berisiko  karena daya tahan lebih rendah dari kelompok usia lain. Apalagi lansia kebanyakan mempunyai komorbid sehingga harus segera dilindungi melalui booster vaksin.

Tinggi risiko penularan Covid-19 pada lansia, maka ITAGI memberikan rekomendasi vaksinasi untuk kedua kelompok tersebut meskipun program vaksinasi  dosis 1 dan 2  belum tuntas.  Untuk itu, Sri mendorong percepatan vaksinasi untuk dosis 1 dan 2. Khususnya untuk daerah di luar Pulau Jawa yang cakupan masih rendah.

“Jadi vaksinasi tetap harus dipacu  bersamaaan dengan pemberian booster untuk kelompok rentan,” ucapnya.

Kelompok rentan lain yakni masyarakat mempunyai komorbid  dan  imunitas yang  rendah atau  imunodefisiensi sehingga  mempunyai kerentanan terhadap infeksi. “Ini yang kita dahulukan juga,” ucapnya.

Sementara untuk masyarakat umum lain, lanjut Sri,  pemberian booster  dilakukan setelah kelompok prioritas tersebut dengan syarat vaksinasi dosis lengkap dua dosis  termasuk vaksinasi anak telah mencapai 70%.

“Jadi semua masyarakat sebaiknya  diberikan vaksin booster, tapi persyaratan vaksin 1 dan 2 harus dilengkapi dahulu. Karena booster diberikan 6 bulan setelah itu,”   ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN