Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

CSIS: Jokowi Faktor Penentu Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 14 Januari 2022 | 22:11 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id   - Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai Presiden Joko Widodo bakal menjadi salah satu faktor penentu koalisi Pilpres 2024 mendatang. Menurut Arya, arahan Jokowi bakal menjadi pertimbangan penting bagi parpol untuk menentukan calon yang diusung dalam Pilpres 2024.

“Faktor Jokowi juga menentukan koalisi Pilpres 2024 karena Jokowi masih memilih pengaruh elektoral yang besar, apalagi tingkat kepuasan publik atas kinerjanya di atas 70%,” ujar Arya saat dihubungi, Jumat (14/1/2022).

Menurut Arya, peluang calon presiden yang didukung Jokowi tentu berpotensi besar untuk menang. Meskipun demikian, kata Arya, Jokowi masih menjalin komunikasi dengan semua bakal calon yang tampak memiliki elektabilitas tinggi dalam berbagai lembaga survei belakangan ini, seperti Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Bahkan saya cenderung menilai Jokowi akan bersikap netral di Pilpres 2024 karena bakal calon presiden saat ini tingkat elektabilitasnya belum stabil, masih naik turun,” tandas dia.

Arya Fernandes, peneliti CSIS. Foto: sp.beritasatu.com
Arya Fernandes, peneliti CSIS. Foto: Beritasatu.com

Arya menilai memang lebih bijak jika Jokowi saat ini bersikap netral sambil terus membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh dijagokan menjadi bakal capres. Menurut dia, komunikasi ini penting agar para calon presiden terpilih nantinya bisa menuruskan program-program yang sudah dijalankan oleh Presiden Jokowi.

“Hal ini juga menghindari polarisasi di masyarakat antara pendukun Jokowi dan anti Jokowi. Jadi, Presiden Jokowi sebaiknya bersikap netral, menjalankan program-program yang belum tuntas dan memastikan Pemilu 2024 berjalan luber dan jurdil serta aman terkendali,” pungkas Arya.

Dalam survei terbaru Indikator Politik menyebutkan elektabilitas Presiden Joko Widodo masih tertinggi dibandingkan tokoh-tokoh lain. Meskipun secara aturan, Jokowi sudah tidak bisa lagi manjadi calon presiden pada Pilpres 2024, namun mayoritas publik masih mendukungnya menjadi capres 2024.

“Jika kita pakai top of mind pilihan presiden, artinya kita bertanya tanpa menyebutkan nama-nama capres, maka secara spontan Jokowi mendapat dukungan tertinggi 20,8%,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi saat merilis hasil survei secara daring, Minggu (9/1/2022).

Burhanuddin Muhtadi-1
Burhanuddin Muhtadi-1

Posisi kedua, kata Burhanuddin, adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan tingkat elektabilitas di angka 13,1%, lalu disusul oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 8,9% dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 8,7%. Tokoh-tokoh lain, elektabilitasnya di bawah angka 2%, seperti Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan tokoh-tokoh lainnya.

“Trend elektabilitas Jokowi mengalami kenaikan sejak September 2021, sejak varian Delta tertangani, saat itu elektabilitas Jokowi 13,8%, lalu naik pada November menjadi 19,6% dan pada Desember menjadi 20,8%,” ungkap Burhanuddin.

Tingginya elektabilitas Preisden Jokowi ini tidak terlepas dari tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi. Masih dari hasil survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi berada di angka 71,4%. Presiden Jokowi dinilai publik mampu melakukan perbaikan ekonomi dan mampu menangani pandemi Covid-19 dengan baik.

Bahkan, kata Burhanuddin, terdapat tren peningkatan dukungan Jokowi kembali menjadi capres di Pilpres 2024. Pada September 2021, hanya 27,5% responden yang mendukung Jokowi untuk maju pada periode ketiganya. Dukungan ini meningkat dalam 2 survei terakhir, yakni pada November 2021 dengan tingkat dukungan berada pada angka 38,4% dan pada Desember 2021 kembali meningkat menjadi 40%. Tren peningkatan ini tidak berbeda jauh dengan dukungan publik terhadap perpanjangan masa jabatan presiden untuk tiga periode.

Pada September 2021, hanya 23,9% responden yang mendukung wacana masa jabatan presiden diperpanjang menjadi tiga periode. Namun, dalam 2 survei terakhir, dukungan terhadap perpanjangan masa jabatan presiden mengalami peningkatan yang signifikan.

Survei indikator politik ini dilakukan pada 6-11 Desember 2021 terhadap warga negara yang sudah memiliki hak pilih dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.220 orang yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi. Sampel ditarik dengan metode multistage random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Survei ini memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sebanyak plus minus 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN