Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander K. Ginting

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander K. Ginting

Soal Saran Buka Tutup PTM, Ini Tanggapan Satgas Covid-19  

Sabtu, 15 Januari 2022 | 14:31 WIB
Hendro Situmorang

 

JAKARTA, investor.id - Guna mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar mekanisme pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan buka-tutup. Alasannya, selain belum semua anak usia 6-11 divaksin juga melihat perkembangan kasus Omicron yang mulai meluas.

Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19 dr Alexander Ginting menyarankan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempercepat proses vaksinasi anak di awal tahun 2022 ini.

"Pihak sekolah perlu bentuk tim Satgas Covid-19 untuk mengontrol protokol kesehatan (prokes) 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun) yang wajib dilakukan yang datang ke sekolah untuk aktivitas belajar mengajar," katanya kepada Beritasatu.com, Sabtu (15/1/2022).

Pastikan, lanjut Alexander, bahwa protokol kesehatan itu diterapkan semua peserta, seperti para siswa, guru dan semua karyawan sekolah.

Ditegaskan, PTM itu sangat penting karena anak-anak Indonesia kalau sudah 2 tahun tidak ada tatap muka, maka para siswa nantinya tidak tahu 3 x 3 hasilnya 9. Dari mana asalnya dan proses pengkaliannya, penambahan, pembagian dan lainnya.

"Nah, kalau tidak sekolah PTM dan diajarkan langsung oleh gurunya, murid tidak tahu itu. Bagaimana pula proses penghitungan cepat dan tepat yang lebih kecil atau lebih besar seperti perkalian 0,5 x 0,53. Kalau tak diajarkan langsung, siswa bisa bingung sendiri menghitung atau memprosesnya," ungkap dr Alex.

Belum lagi yang di sekolah dasar (SD), bisa susah nantinya mengeja sebuah kata, bahkan bisa salah. Jadi pembelajaran tatap muka itu sangat penting menurutnya. Namun bila nantinya banyak murid-murid yang mengalami gejala-gejala terpapar Covid-19 seperti panas, demam,flu dan lainnya, sebaiknya sekolah langsung ditutup saja dan disterilkan terlebih dahulu.
 
"Dari situ pihak sekolah wajib melakukan testing dan tracing sebagai langkah pelacakan kontak erat dengan siapa saja dan hal ini tidak boleh menurun prosesnya," pungkas dia.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN