Menu
Sign in
@ Contact
Search
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto: IST

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto: IST

Nadiem: Penerapan Kurikulum Prototipe Tergantung Kesiapan Sekolah

Rabu, 19 Jan 2022 | 17:56 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id  - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, kurikulum prototipe yang saat ini sedang disosialisasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sama sekali tidak memaksa semua sekolah untuk segera menerapkan.

Menurutnya, penerapan kurikulum prototipe tergantung kesiapan masing-masing sekolah.  “Jadi sama sekali tidak ada paksaan, sama sekali tidak ada dorongan, semua tergantung kesiapan masing-masing sekolah,”  kata Nadiem pada Rapat Kerja  bersama Komisi X DPR di Gedung DPR, Rabu (19/1/2022).

Selanjutnya, Nadiem menambahkan, pihaknya tidak memaksa sekolah untuk menerapkan kurikulum prototipe  karena bersifat bertahap. “Jadi kita selalu mengkaji  masukan-masukan  selama kurikulum prototipe ini  sedang diluncurkan di  Sekolah Penggerak  dan tahun depan akan ditawarkan kepada sekolah-sekolah yang merasa sudah siap  untuk melakukannya,” ujarnya.

Dikatakan Nadiem, sebetulnya kurikulum prototipe ini 30%  sudah diterapkan oleh sekolah selama ini melalui kurikulum darurat.  Pasalnya, kurikulum prototipe ini terdiri dari penyederhanaan  dan bersifat fleksibilitas.

Advertisement

Adapun komponen penyederhanaan sebagian besar telah ada dalam penerapan kurikulum darurat selama  pandemi Covid-19 untuk mengantisipasi learning loss terjadi selama ini.

Learning loss adalah istilah yang mengacu pada hilangnya pengetahuan dan keterampilan baik secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena suatu kondisi tertentu.

Dikatakan Nadiem, data menunjukkan bahwa  kurikulum darurat  membuktikan bahwa lebih banyak meteri bukan merupakan hal yang baik. Pasalnya, kurikulum hanya menjadi pusat penitipan dari berbagai  macam aspek, sehingga  menyebabkan kedangkalan kemampuan literasi dan numerasi anak.

“Ternyata waktu semakin kecil  materi, ternyata  semakin dalam  dan semakin berkualitas pembelajaran mereka. Jadi mohon ini ditekankan menjadi salah satu pembelajaran  untuk kita semua. Ke depannya kita akan  sangat memfokuskan pada penyederhanaan materi dan penurunan  jumlah volume materi sehingga anak-anak bisa mendapatkan pembelajaran yang lebih  dan juga lebih fleksibel,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com