Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid. Foto: Istimewa

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid. Foto: Istimewa

Habib Syakur Dukung Kampung Tangguh Ideologi Cegah Kelompok Radikal 

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:58 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid mendukung upaya Datasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror Mabes Polri membangun Kampung Tangguh Ideologi dalam rangka mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan terkecil, seperti tingkat RT dan RW.

Menurut Habib Syakur, dengan adanya Kampung Tangguh Ideologi di seluruh di Indonesia, nantinya semua unsur masyarakat turut berkontribusi dalam mengawasi lingkungannya, hingga tingkat RT/RW.

"Saya rasa dibentuknya Kampung Tangguh Ideologi ini sudah jelas tujuannya yaitu pengawasan bersama," kata Habib Syakur dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022).

Habib Syakur menerangkan, keberadaan Kampung Tangguh Idelogi ini juga akan mewajibkan Pemerintah Daerah untuk bertanggung jawab memastikan daerahnya aman dari penyebaran paham radikal, intoleran, hingga teroris. Pemda, kata dia, harus mengedukasi masyarakat akan bahaya paham radikal.

"Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh agama, perangkat desa atau tokoh masyarakat, juga perlu memberi pemahaman ke masyarakat akan pengaruh media sosial yang kerap dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk mempengaruhi rakyat Indonesia," imbuh Habib Syakur.

Menurut Habib Syakur, pengaruh kelompok radikal harus disikapi secara tegas dengan cara memblokir konten media sosialnya dan orangnya diperiksa jika mereka berada di lingkungan masyarakat.

"Intinya, pemerintah menindak tegas para pelaku yang melakukan sosialisasi radikalisme lewat medsos, maupun lewat pengajian dan lain-lain. Tindak tegas, tangkap mereka supaya ada efek jera, agar tak terulang lagi," tandas dia

Di sisi lain, tokoh yang konsen terhadap isu-isu radikalisme ini mengaku khawatir, maraknya penyebaran paham radikal akan mengancam kelangsungan pembangunan Indonesia.

"Saya khawatir radikalisme berkeliaran tanpa ditindak mengancam pembangunan hingga tahun 2024. Sebetulnya apa yang digaungkan oleh pengusung khilafah ini bisa kita cegah dengan cara menindak tegas, polisi harus menindak tegas,. Masalah ini tidak bisa berhenti di teori, harus ada praktik tindak tegas. tangkap penjara, tangkap, penjara," tukasnya.

Sebelumnya, Kasubdit Kontra Ideologi Ditcegah Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Ponco Ardani, mengatakan, Kampung Tangguh Ideologi juga bertujuan meningkatkan peran empat pilar masyarakat dalam mencegah radikalisme, yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh agama, serta perangkat desa atau tokoh masyarakat. 

"Itu tujuannya menciptakan lingkungan terkecil RW, kampung, desa untuk menanggulangi penyebaran radikalisme, terorisme," kata Ponco dalam kegiatan Workshop Kebangsaan yang diikuti 109 penyuluh agama dan Bhabinkamtibmas di Jakarta Timur, Kamis (13/1/2022). 

Dia berharap, Kampung Tangguh Ideologi ini bisa menyebar luas ke seluruh wilayah NKRI, sehingga Indonesia menjadi negara yang tangguh ideologi.

"Artinya kalau satu RT itu sudah tangguh ideologi, maka akan menular ke seluruh Indonesia. dia akan menjadi negara yang tangguh ideologi," ucap Ponco. 

Menurut dia, Kampung Tangguh Ideologi ini akan mensinergikan seluruh pimpinan di desa untuk mengedukasi masyarakat, mencegah masuknya paham radikal, melindungi masyarakat yang rentan terpapar, mendata dan mengawasi pendatang yang masuk ke lingkungan masyarakatnya, serta menjaga toleransi dan moderasi beragama di lingkungannya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN