Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua KPK Firli Bahuri. Sumber: BSTV

Ketua KPK Firli Bahuri. Sumber: BSTV

Firli Prihatin Penegak Hukum pun Kena OTT KPK

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:39 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) H Firli Bahuri mengaku prihatin dan terpukul karena seorang hakim, panitera, dan pengacara terkena operasi  tangkap tangan (OTT) oleh Tim KPK di Surabaya.

“Keprihatinan ini tentunya berlanjut setelah secara berturut-turut beberapa pejabat eksekutif setidaknya 3 orang kepala daerah yang juga terkena tangkap tangan oleh KPK,” ujar Firli Bahuri di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Firli menandaskan bahwa semua peristiwa tersebut garis besarnya adalah karena pelanggaran sistem. Menurut dia, hal itu karena sistemnya gagal, buruk atau lemah.

“Kita sebagai negara hukum sudah memiliki sistem pencegahan dan  pemberantasan korupsi yang makin lama makin kita perbaiki. Sistem harus dibangun agar tidak ada celah dan peluang untuk korupsi, tidak boleh ada lagi sistem yang ramah kepada korupsi,” tegas Firli.

Lebih lanjut, Firli mengatakan bahwa pihaknya juga tengah mengorkestrasikan sinergi antarlembaga negara dalam pencegahan dan penindakan.

“Kalau tidak ada pelanggaran sistem yang  seorang pejabat lakukan maka tidak akan mungkin dapat masuk ke dalam aksi perilaku korupsi,” ujar Firli.

“Tetapi apabila pelanggaran sistem dilakukan maka tentu oknum-oknum ini bisa berefek berperilaku korupsi dan  penindakan tegas pasti dilakukan oleh KPK,” tandas Firli.

Dalam kesempatan ini, Firli kembali menegaskan bahwa KPK tidak akan pandang bulu, siapa saja yang melanggar  sistem yang telah dibuat demi menjaga integritas kelembagaan dan produktivitas pembangunan yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin pasti akan terkena dan dimintai pertanggungjawaban pidana baik pemidanaan badan maupun perampasan harta miliknya untuk pemiskinan.

“Karena itulah mari berhati hati dan jangan pernah mau berniat sedikit pun untuk korupsi. Tegakkan marwah lembaga dan harga diri agar kita bisa mewariskan sebuah negara dan birokrasi yang bersih yang membanggakan rakyat Indonesia serta warisan peradaban antikorupsi bagi generasi selanjutnya,” sambung Firli.

Terkait adanya para pejabat di lingkungan Yudikatif dan termasuk penegak hukum (hakim dan pengacara)  Firli menyatakan sangat prihatin dan akan membicarakan dengan organisasi induk yang bersangkutan.

Hal itu dimaksudkan Firli agar tindakan pencegahan di organisasi induk-nya bisa terus diperkuat supaya pelanggaran hukum dan etika terhadap sistem tidak berlangsung di lembaga tersebut.

Sekali lagi, Firli berjanji bahwa penegakan hukum tidak akan pandang bulu dan KPK beserta seluruh penegak hukum tidak akan pernah lelah melakukan pemberantasan korupsi sampai Indonesia bebas dari korupsi .

“Sambil menunggu konferensi pers terhadap Kegiatan Tangkap Tangan Surabaya, saya mohon doa dan dukungan semua sahabat agar semua berjalan lancar dan baik,” pungkas H Firli Bahuri.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN