Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Kejahatan Siber. (The Free Media)

Ilustrasi Kejahatan Siber. (The Free Media)

Polri Tindak Lanjuti Informasi Data BI Diretas Conti Ransomware

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:41 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah menindaklanjuti informasi kebocoran data Bank Indonesia (BI) yang diretas oleh kelompok peretas Conti Ransomware Gang.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, pihaknya telah menerima informasi tersebut dan menindaklanjutinya dengan melakukan komunikasi dengan pihak BI.

“Infonya mau dikomunikasikan dulu dengan pihak BI terkait isu tersebut,” kata Dedi, saat dikonfirmasi Kamis (20/1).

Sementara itu, informasi peretasan data BI telah diunggah oleh akun Twitter @darktracer_int yang merupakan salah satu platform intelijen website.

Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan peringatan bahwa geng Conti Ransomware mengumumkan Bank Indonesia masuk dalam daftar korban.

[ALERT] Conti ransomware gang has announced “BANK OF INDONESIA” on the victim list,” cuit akun tersebut.

Pada ungguhan tersebut juga menampilkan tangkapan layar dari situs gerombolan Conti Ransomware, berupa alamat website https://www.bi.go.id serta alamat Jalan MH Thamrin 2, Jakarta Pusat.

Tangkapan layar itu juga menampilkan sejumlah fail yang dinamai corp.bi.go.id. Pada keterangannya tertulisnya, total data diklaim mencapai 838 dengan fail  sebesar 487,09 MB.

Dikutip dari Antara, data tersebut telah diunggah oleh gerombolan Conti Ransomware pada Kamis (20/1).

Conti Ransomware

Dalam dunia keamanan digital, ransomware merupakan aplikasi ilegal (malicious software/malware) yang dirancang untuk menginfeksi komputer individu maupun organisasi, mengenkripsi data di dalamnya, dan memblokir perangkat pengguna. Kemudian, pelaku kejahatannya akan meminta bayaran dari korban sebagai syarat sistem komputernya bekerja kembali.

Sementara itu, Conti Ransomware merupakan kelompok kejahatan siber melalui ransomware yang beraksi internasional dan menebar masalah di banyak negara. Dilansir dari Cybersecurity & Infrastructure Security Agency (CISA) dan FBI Amerika Serikat, Kamis (20/1), Conti sudah melakukan 400 serangan di Amerika Serikat dan organisasi internasional.

Conti adalah jenis ransomware-as-a-service (RaaS). Mereka antara lain membobol jaringan korban melalui spearphishing dari e-mail dengan attachment, atau link berbahaya, masuk lewat kredensial Remote Desktop Protocol (RDP) yang lemah, sambungan telepon, software palsu dengan SEO, jaringan distribusi malware, atau titik lemah lain pada target.

BERITA TERKAIT: Usai Diretas Conti Ransomware, BI Jalankan Protokol Mitigasi Gangguan TI


 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN