Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan. Foto:Istimewa

Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan. Foto:Istimewa

ANCAMAN PENJARA 6 TAHUN

IPW Beberkan Dugaan Pelanggaran Arteria soal 5 Mobil Bernopol Sama

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:41 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id   - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso membeberkan dugaan pelanggaran Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang memiliki 5 mobil dengan nomor plat yang sama. Menurut Teguh, dugaan pelanggaran pidana dari kasus tersebut adalah pemalsuan karena plat nomor setiap kendaraan harus ada pembedanya.

“Plat nomor setiap kendaraan harus ada pembeda. Nomor bisa sama tetapi ada pembeda pada huruf atau yang lain. Kalau sama persis maka ada dugaan salah satunya palsu. Ini adalah pelanggaran hukum,” ujar Sugeng kepada Beritasatu.com, Jumat (21/1/2022).

Advertisement

Sugeng mengatakan tindak pidana pemalsuan tersebut bisa diancam penjara selama 6 hingga 7 tahun sebagaimana tertuang dalam Pasal 263 juncto 266 KUHP. Pasal 263 ayat (1) KUHP menyebutkan, barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.

Sementara Pasal 266 ayat (1) KUHP menyatakan, barangsiapa menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam sesuatu akte authentiek tentang sesuatu kejadian yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akte itu, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan akte itu seolah-olah keterangannya itu cocok dengan hal sebenarnya, maka kalau dalam mempergunakannya itu dapat mendatangkan kerugian, dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun.

“Selain itu, bisa dikenakan Pasal 280 juncto 288 UU Lalu Lintas. Ancaman (penjara) 2 bulan,” tutur Sugeng.

Dalam Pasal 280 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Linta dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), disebutkan, setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Sedangkan Pasal 288 ayat (1) UU LLAJ menyatakan, setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Sugeng pun meminta polisi tidak boleh diam dan mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Arteria Dahlan. Termasuk, kata dia, jika terdapat indikasi melibatkan oknum polisi.

“Polisi tidak boleh diam, harus diusut untuk pelanggaran hukum ini, tidak boleh takut mengusut hal ini. Kalau juga melibatkan oknum polisi maka harus diperiksa dan ditindak. Polri harus usut agar prinsip equality before the law berlaku,” tegas dia.

Selain itu, Sugeng juga mendorong agar MKD DPR segera memeriksa Arteria Dahlan soal 5 mobil bernopol sama tersebut. Pasalnya, kata dia, terdapat dugaan pelanggaran etika sebagai anggota dewan.

“Penggunaya adalah anggota legislatif selain dugaan pelanggaran pidana pemalsuan juga adalah pelanggaran etika yang harus diperiksa di MKD,” pungkas Sugeng.

Diketahui, 5 mobil Arteria Dahlan yang terparkir di DPR menjadi sorotan publik karena memiliki plat mobil yang sama, yakni angka 4196-07. Kelima mobil tersebut bermerek Mitsubishi Grandis warna hitam, Toyota Fortuner warna putih, Toyota Vellfire warna hitam, Nissan X-Trail warna putih, dan Mitsubishi Pajero warna hitam. Di antara mobil itu tertempel stiker arteriadahlanlawyers.co.id.  

Klarifikasi Arteria

Sebelumnya Arteria sudah memberikan klarifikasi soal plat nomor polisi yang sama tersebut. Dia mengatakan, plat nomor polisi tersebut hanya tatakan, yang bisa diisi dengan dengan plat nomor aslinya.

“Iya kan kalau pelat nomor itu kan saya sudah katakan itukan tatakan. Tatakan itu nanti kita slot bisa pakai nomor aslinya, nomor mobil yang biasa itu, bisa pakai nomor DPR, itu tatakan,” ujar Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Arteria mengaku dirinya tertib dan taat aturan terkait penggunaan plat nomor polisi tersebut. Pasalnya, dia tidak akan menggunakan empat mobil tersebut jika belum terpasang plat nomor polisi aslinya.

“Nggak kan (digunakan saat jalan) coba bisa dilihat nanti… saya itu kan tertib-lah. Iya kan teman-teman bisa melihat bagaimana saya kerja di DPR kan,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Arteria menuturkan alasan ke-5 mobil tersebut berada di parkiran DPR RI. Saat ini, kata dia, rumahnya sedang direnovasi. “Rumah saya lagi direnov,” pungkas Arteria. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN