Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander K. Ginting

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander K. Ginting

Ini Respons Satgas soal Diskresi Karantina Covid-19 bagi Pelaku Olahraga

Jumat, 21 Januari 2022 | 18:11 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id  -  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengajukan  usulan diskresi karantina atau dispensasi karantina pelaku olahraga dari luar negeri. Hal ini terkait dengan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Merespons hal tersebut, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting mengatakan, karantina bagi  pelaku olahraga seperti para pembalap, official, teknisi dan kru  telah diatur dalam skema karantina bubble atau  gelembung.

Advertisement

“Sistem bubble adalah sistem yang memisahkan seseorang yang memiliki risiko terpapar Covid-19 baik dari riwayat kontak atau riwayat bepergian ke wilayah yang telah terjadi transmisi komunitas dengan masyarakat umum dan disertai dengan pembatasan interaksi hanya kepada orang di dalam satu area pemisahan yang sama,” kata Alex kepada Beritasatu.com, Jumat (21/1/2022).

Ia menambahkan, ketika  pelaku olahraga  mendarat di Indonesia, mereka melakukan tes swab PCR memastikan kondisi kesehatan. Kemudian, bagi yang sehat akan melanjutkan sistem karantina bubble. Sedangkan yang terdeteksi Covid-19 diisolasi.

Sistem bubble, kata Alexander diterapkan mulai dari  pintu masuk kedatangan yang telah ditetapkan, hingga hotel menjadi tempat  karantina bubble.  Adapun skema bubble ini,  pelaku olahraga seperti pembalap dalam masa karantina  ini tetap bisa  melakukan latihan di  sirkuit  dengan ruang interaksi dibatasi yakni hanya pembalap dan teknisi di masing-masing garansi.

Untuk melindungi masyarakat sekitar dari penularan Covid-19, Alexander menyebutkan,  para pelaku olahraga dilarang untuk berinteraksi dengan warga yakni tidak boleh  ketemu warga atau keluar dari  hotel karantina hingga mereka kembali ke negara asalnya.

Selanjutnya, Alexander menegaskan, sistem bubble ini bukan pertama kali diterapkan dalam rangka  MotoGP Mandalika, tetapi telah berhasil diterapkan saat penyelenggaraan event Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali pada November-Desember 2021 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI.

Menurut Alexander, protes yang sampaikan oleh  CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta sebenarnya memprotes sistem karantina  Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun  2022  tentang protokol kesehatan perjalanan luar negeri pada masa pandemi Covid-19.

“Dorna  protes karena SE kita menyatakan bahwa orang yang datang dari luar negeri  karantina 7 hari. Itu kan peraturan karantina kita (bagi pelaku perjalanan luar negeri),  tapi kalau untuk atlet ada sistem  bubble,” ucapnya.

Alexander menjelaskan, sistem karantina bubble ini berlaku sangat ketat  untuk mengantisipasi penularan Covid-19.  Dengan begitu, ketika pelaku atlet yakni pembalap MotoGP, misalnya  tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali atau  Soekarno-Hatta dan melanjutkan perjalanan ke  Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid  hingga  tiba di hotel karantina bubble dilarang bertemu dengan orang. Mereka menggunakan jalur khusus termasuk  proses pemeriksaan kesehatan dan imigrasi.

“ Ketika tiba di Lombok,  dijemput oleh tim travel bubble  dan oleh tim langsung dilihat hasil PCR-nya. Kemudian, dibawa ke hotel-hotel  khusus untuk MotoGP, hotel karantina namanya. Selama di sana enggak boleh ketemu siapa-siapa. Dari hotel, dia (pembalap)  pergi ke sirkuit  untuk latihan juga tidak ketemu siapa-siapa. Dia mempunyai garansi masing-masing dan teknisi untuk menyediakan motor. Selama di  pertandingan tidak ada penonton,” terangnya.

Sistem bubble ini, lanjut Alexander, selain untuk pelaku olahraga juga mengatur petugas di hotel dan supir  yang memfasilitasi para pelaku olahraga untuk tidak kembali ke rumah selama penyelenggaraan tersebut masih berlangsung. Mereka akan tinggal sementara di hotel karantina bubble  hingga pelaku perjalanan kembali ke negaranya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN