Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid 19, Alexander K. Ginting

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid 19, Alexander K. Ginting

Awas! Kasus Covid Bisa Tembus 10.000 Bila Tak Terkendali

Minggu, 23 Januari 2022 | 23:53 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id  - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, dr Alexander Kaliaga Ginting menyatakan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang diprediksi mencapai puncak pada Februari nanti, bisa saja menembus angka 10.000 kasus baru.

Sebelumnya pada Sabtu (22/1/2022), kasus baru mencapai angka 3.205. Tiga provinsi memberikan sumbangsih tertinggi, yakni DKI Jakarta (1.825 kasus), Jawa Barat (641 kasus), dan Banten (451 kasus).

"Bisa saja tembus di atas 10.000 kasus baru kalau Covid-19 ini tidak terkendali. Kita lihat di negara Inggris dan Perancis saja bisa menembus hingga 200.000 kasus. Jadi kita harus waspada dan hati-hati juga," katanya kepada Beritasatu.com, Minggu (23/1/2022).

Namun yang membedakan, lanjut dr Alexander, Indonesia mempunyai hybrid immunity (imunitas alami karena terinfeksi walaupun tidak bergejala) dan ada imunitas oleh karena vaksinasi.

Terkait prediksi puncak Covid-19 pada awal Februari, dikatakan saat ini memang sedang terjadi tren peningkatan kasus Covid-19, khususnya dua minggu terakhir. Kasus harian naik, angka bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit aglomerasi juga naik 19 % minggu lalu.

"Kalau minggu ini sudah naik jadi 25%. Tetapi bedanya itu mortalitasnya (kematian rata-rata dari penduduk dalam suatu daerah) tidak tinggi, apalagi volume kematian baru terjadi dua (2) yang diumumkan pihak Kemenkes kemarin. Hal ini artinya masih tergolong kecil," ungkap dia.

Jadi yang dikhawatirkan itu adalah okupansi rumah sakit. Dengan demikian pihak rumah sakit memang harus bersiap untuk tindakan adanya rawat inap pasien Covid-19. Tetapi kalau untuk ICU diakui memang tidak setinggi varian Delta. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN