Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea. Foto: IST

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea. Foto: IST

Waspadai Omicron, Bos KSPSI Minta Kawasan Industri dan PTM Diperketat

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:14 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea meminta pemerintah dan masyarakat untuk segera mengoptimalkan upaya pencegahan meningkatnya kasus varian Omicron di Indonesia. Andi Gani menegaskan, tindakan antisipasi diperlukan agar kasusnya tidak membludak.

"DKI Jakarta sudah mengalami lonjakan kasus sangat signifikan minggu ini. Tentu kita masih ingat saat seluruh fasilitas kesehatan sangat kewalahan menghadapi ledakan Covid-19 tahun lalu," kata Andi di Jakarta, Selasa (25/1).

Baca juga: Epidemolog UI: Perkuat Pembatasan Sosial untuk Cegah Penularan Omicron

Tindakan antisipasi, kata dia, terutama diterapkan di kawasan industri dan juga pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Kedua tempat tersebut dinilai sangat rentan penyebaran Covid-19 varian Omicron.

"PTM untuk anak-anak seharusnya dihentikan. Kita harus kedepankan kesehatan anak-anak dalam situasi meroketnya pertambahan kasus Covid-19. Begitu juga di kawasan industri diperketat untuk melindungi para buruh," jelas dia.

Baca juga: Luhut Tegaskan Sistem Kesehatan Siap Hadapi Omicron

Andi Gani menegaskan, kalau kasus Covid-19 melandai, PTM bisa dilanjutkan. "Setelah terkendali masalah Covid-19, PTM sangat mungkin dilanjutkan kembali," ucap Andi.

Sebelumnya, lima organisasi profesi medis, yakni Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Indonesia Intensif Indonesia (Perdatin), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (Perki), serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengajukan surat permohonan kepada empat kementerian mengenai PTM.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN