Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Benny K Harman. Foto: IST

Benny K Harman. Foto: IST

Benny Harman Tiba-Tiba Minta Maaf ke KPK, Ada Apa?

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:14 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor,id   - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman tiba-tiba menyampaikan permohonan maafnya kepada Ketua KPK Firli Bahuri dan pimpinan KPK lainnya dalam rapat kerja KPK dengan Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Benny ternyata minta maaf atas dugaannya yang salah menilai KPK akan ‘mati’ pada periode kepemimpinan Firli Bahuri dan pasca revisi UU KPK.

“Saya harus menyampaikan sebagai pembukaan permohonan maaf saya atas sikap saya yang semula sangat pesimis terhadap KPK periode saat ini terutama setelah revisi UU KPK, adanya kisruh TWK dan sebagainya. Saya dulu menduga inilah titik matinya KPK, ternyata saya salah menduga. Atas kesalahan itu saya minta maaf,” ujar Benny dalam rapat tersebut.

Benny mengungkapkan salah satu yang patut diapresiasi dari kinerja KPK saat ini adalah sosialisasi dan pendidikan antikorupsi yang dilakukan cukup masif. Menurut Benny, hal ini terlihat dari partisipasi masyarakat yang tinggi dalam upaya pemberantasan korupsi. Contohnya, kata Benny, banyak laporan masyarakat atas dugaan kasus korupsi ke KPK.

“Mengenai agenda peran serta masyarakat, saya anggap ini sukses. Dulu saya katakan yang penting bagaimana membangun ideologi antikorupsi di masyarakat. Ini dilakukan KPK periode sekarang. Apakah sukses? Saya menilai sukses sekali baik kuantitas maupun kualitas. Kuantitas, banyak laporan ke KPK, itu kan akibat sosialisasi dan pendidikan, yang sebelumnya tidak tahu kasus korupsi, setelah didik orang tahu, laku partisipasi,” terang Benny.

Dampak dari pendidikan dan sosialisasi tersebut, kata Benny, juga muncul keberanian dari masyarakat untuk melakukan pelaporan dugaan kasus korupsi. Yang menjadi PR bagi KPK, tutur dia, menindaklanjut laporan-laporan tersebut sehingga tertangani dengan baik.

“Timbul juga keberanian, berani melapor kasus-kasus ke KPK, luar biasa. Tinggal KPK melanjutkan laporan-laporan, di daerah banyak sekali, mungkin satu dua di pusat juga, silakan ditindaklanjuti,” tandas dia.

Meskipun demikian, Benny tetap memberikan catatan dan menyampaikan penjelasan lebih lanjut terkait sejumlah hal yang dilakukan KPK. Pertama, Benny meminta KPK memberikan penjelasan detail soal penindakan khusus operasi tangkap tangan (OTT) yang berdampak pada terbangunnya budaya antikorupsi.

“Yang paling penting, bagi saya, ketika KPK melakukan penyelidikan, ketika KPK membawa kasus ini ke tahap penyelidikan, selanjutnya dibawa ke penyidikan, apa SOP-nya? Bagaimana proses pengambilan keputusan di pimpinan KPK, ini akuntabilitas dan transparansi sangat penting di KPK. Kalau OTT, tolong kami juga dijelaskan berapa permohonan ke Dewas untuk izin dilakukan OTT ini? Berapa yang diajukan, berapa yang ditolak, kalau bolah tahu juga alasannya, kalau memang ada,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Benny juga mempertanyakan sejumlah kasus-kasus dugaan korupsi tahun-tahun sebelumnya yang belum tuntas. Pasalnya, kasus-kasus tersebut sudah pernah ditanyakan dalam raker dengan Komisi III tahun 2021 lalu. Menurut dia, tidak perlu ada kasus disembunyikan.

“Kemudian tentu pertanyaan tahun lalu apakah ada kasus-kasus yang belum diselesaikan, di sini saya lihat, ada kasus ini tapi kan ada kasusnya, jangan disembunyikan, ada juga yang disembunnyikan kasus itu, dibuka saja,” pungkas Benny. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN