Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander K. Ginting

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander K. Ginting

Ini Penyebab Kasus Covid-19 Naik Signifikan di 3 Provinsi

Sabtu, 29 Januari 2022 | 07:01 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id  -  Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting mengatakan, ada beberapa  aspek menjadi penyebab terjadinya gap cukup signifikan terhadap peningkatan kasus Covid-19 di 3 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten dibandingkan dengan provinsi lainnya.

Menurutnya, peningkatan kasus Covid-19 akibat liburan panjang Natal dan  Tahun Baru (Nataru). Hal itu, berkaca dari peningkatan kasus Covid-19  terjadi setiap  ada liburan.

Advertisement

“Jadi kenaikan kasus itu merata di beberapa provinsi dan kabupaten/kota  di Jawa  dan sebagain Sumatra,”  kata Alexander saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (28/1/2022).

Munculnya varian Omicron, Alexander menuturkan, varian ini  ada di Indonesia karena kedatangan para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Varian tersebut berkembang sangat cepat di DKI Jakarta dan telah ditemukan varian Omicron transmisi lokal.

Selain itu, ketidakpatuhan protokol kesehatan (prokes) 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan)  yang terjadi di rumah maupun di sektor publik menjadi  penyebab kasus Covid-19 semakin meningkat.

Selanjutnya, Alexander juga menuturkan, kenaikan kasus Covid-19 di 3 provinsi ini karena daerah aglomerasi. Selain itu, dipicu oleh  ada daerah penyangga yang hingga kini cakupan vaksinasi masih rendah jika dibandingkan dengan  daerah aglomerasi.

“Kenaikan  kasus Covid-19 terjadi  karena di daerah penyangga  itu vaksinasi belum  setinggi di Jakarta. Di Jakarta vaksinasi 1 dan 2  tinggi dan lansia sudah cukup tinggi. Coba pergi ke  kabupaten  penyangga, misalnya Bogor atau kabupaten penyangga di pinggiran aglomerasi  cakupan vaksinasi belum setinggi Jakarta, sehingga ada ketimpangan  membuat ada kenaikan kasus,” ucapnya.

Dikatakan Alexander, kenaikan kasus Covid-19 tersebut juga dipicu oleh varian  Delta.  Pasalnya varian tersebut telah menyebar ke seluruh Indonesia.

“Jadi jangan dianggap varian Delta itu sudah  hilang dari Indonesia.  Itu belum  dan dibeberapa daerah, varian Delta masih tetap yang utama meski di Jakarta itu Omicron dominan,” ucapnya.

Ketika ditanya  kemungkinan kasus Covid-19 masih rendah di provinsi lain karena 3T (testing, tracing dan treatment) masih   rendah, Alexander menuturkan,  sebetulnya kasus di 28 provinsi yang tidak mengalami kenaikan cukup signifikan masih terkendali. Hal itu terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 masih  landai hingga saat ini.

Kendati demikian, ia berharap masyarakat tetap  waspada kasus Omicron maupun Delta dengan patuh  prokes. Sementara bagi  warga yang terinfeksi Covid-19, Alexander  mengimbau  memanfaatkan telemedicine untuk mendapatkan paket obat  atau menghubungi RT dan RW  agar segera melakukan upaya 3T. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN