Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virus Omicron. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Virus Omicron. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Kasus Covid-19 Tembus  11.588, Level PPKM Harus Dinaikkan 

Sabtu, 29 Januari 2022 | 18:17 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Kasus Covid-19 nasional hari ini, Sabtu (29/1/2022) tembus angka 11.588. Untuk mengantisipasi terjadi lonjakan kasus Covid-19 lebih tinggi,  anggota Komisi IX DPR  Rahmad Handoyo mendesak pemerintah  untuk menerapkan kebijakan  rem, yakni pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kembali diperketat. Salah satunya, level PPKM harus  kembali dinaikkan.

Rahmad menuturkan, daerah dengan lonjakan kasus Covid-19 tinggi harus kembali menerapkan PPKM level 3  dengan persyaratan, seperti work from home (WFH) 50% dan siswa kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Anak sekolah  tunda dulu  tatap muka sekolahnya  dan tempat-tempat ekonomi harus  diperketat lagi,” kata Rahmad saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (29/1/2022).

Dikatakannya, penularan kasus Omicron yang menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 sulit dihindari oleh seluruh negara termasuk Indonesia.  Untuk itu, selain memperketat PPKM, pemerintah menghidupkan kembali peran satgas level bawah yakni RT dan RW termasuk memperkuat kepatuhan protokol kesehatan (prokes). Sebab, prokes salah satu  faktor utama mengendalikan Covid-19. 

“Jadi RT dan RW untuk saling mengingatkan  dan mempersiapkan diri dengan baik  agar gelombang tinggi bisa kita antisipasi   jika dipersiapkan dengan baik,” ucapnya.

Rahmad juga mengimbau masyarakat untuk segera  vaksinasi booster dan  disiplin prokes. Dikatakannya, kasus Covid-19 varian Omicron  banyak  tanpa gejala, gejala ringan dan sedang. Namun,  jika banyak masyarakat yang sakit dan bergejala sedang akan membebani rumah sakit.

“Masyarakat enggak perlu takut kasus Omicron, tapi jangan abai  prokes karena mentang-mentang banyak kasus Omicron ringan dengan 5 atau 6 hari sembuh, pada abai dengan protokol kesehatan. Itu  salah besar karena Omicron tetap berbahaya bagi yang berisiko tinggi, apalagi yang belum divaksin,” pungkasnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN