Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah warga antri mendaftar untuk dilakukan tindakan tes swab di sebuah fasilitas lab berbayar di Jakarta Timur, Jumat (4/2/2022). Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sejumlah warga antri mendaftar untuk dilakukan tindakan tes swab di sebuah fasilitas lab berbayar di Jakarta Timur, Jumat (4/2/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

DPR Minta Pemerintah Evaluasi Pengendalian Covid-19

Minggu, 6 Februari 2022 | 13:31 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id   - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Rahmad Handoyo meminta pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh langkah pengendalian Covid-19 yang sedang menuju puncak gelombang ketiga. Salah satu yang perlu dievaluasi, kata Rahmad adalah level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masing-masing wilayah.

“Saya mendukung perintah Presiden Jokowi kepada jajaranya untuk evaluasi level PPKM agar terjadi pengetatan sehingga bisa mengendalikan kasus varian Omicron yang terus meningkat,” kata Rahmad di Jakarta, Minggu (6/2/2022).

Advertisement

Baca juga: Positivity Rate Covid-19 sampai 5 Februari 2022

Selain itu, kata Rahmad, penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di semua jenjang pendidikan perlunya evaluasi segara. Bahkan, tutur dia, di beberapa wilayah yang kasus Covid-19 tinggi, PTM sebaiknya dihentikan sementara

“Kemudian perlu gencar melakukan vaksinasi baik dosis satu, dosis dua dan dosis tiga atau booster serta meningkatkan kapasitas testing dan tracing,” tandas dia.

Baca juga: Jumlah Penerima Vaksinasi Covid-19 Harian pada 5 Februari 2022

Rahmad juga mendorong pemerintah untuk menggencarkan kembali gerakan perilaku hidup sehat kepada masyarakat dan berbagai pihak terutama penerapan protokol kesehatan atau prokes secara ketat dan disiplin. Pasalnya, saat ini sudah begitu banyak masyarakat abai dengan prokes tersebut. Menurut dia, perlu ada tindak tegas terhadap orang atau tempat usaha yang melanggar penerapan protokol kesehatan.

“Kita juga minta masyarakat masyarakat dapat menahan diri untuk tidak melakukan apapun bentuk kegiatan yang bisa memicu kerumunan massa seperti yang terlihat viral di media sosial, yakni adanya konser musik dan kegiatan ekonomi tetapi mendorong kerumunan massa. Saya pikir kegiatan yang mengundang kerumunan cukup berbahaya saat ini,” tegas dia.

Baca juga: Menag: Daerah PPKM Level 2 Boleh PTM 50% Siswa

Lebih lanjut, Rahmad menuturkan penyebaran varian Omicron terus bertambah terlebih kasus transmisi lokal saat ini sudah mendominasi. Karena itu, kata dia, masyarakat yang merasa memiliki gejala Omicron segera berkunjung ke fasilitas kesehatan terdekat. Meskipun demikian, Rahmad juga meminta masyarakat bijak menghadapi Covid-19 dengan bersikap tidak panik berlebihan dan juga tidak lengah dan tidak abai, apalagi menganggap varian Omicron tidak berbahaya.

“Ini anggapan (varian Omicron tidak berbahaya) yang keliru. Varian Omicron masih berbahaya terutama bagi mereka yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta dan yang belum divaksin. Karena itu, perlu bijak, waspada, artinya tidak panik berlebihan dan juga tidak lengah dan tidak abai,” pungkas Rahmad. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN