Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau ketersedian tempat tidur isolasi di beberapa rumah sakit di Kota Bogor, Senin (7/2/2022).

Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau ketersedian tempat tidur isolasi di beberapa rumah sakit di Kota Bogor, Senin (7/2/2022).

Bima Arya: BOR Kota Bogor Terkendali 31%

Senin, 7 Februari 2022 | 13:57 WIB
Vento Saudale (redaksi@investor.id)

BOGOR, investor.id   - Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut keterisian tempat tidur isolasi atau bed accupancy rate (BOR) pekan ini cukup terkendali dengan 31%. Namun demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih mewaspadai kenaikan kasus sedang dan berat Covid-19 yang membutuhkan rawatan rumah sakit.

Bima Arya didampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, Kejari Kota Bogor Sekti Anggraeni mengecek kesiapan tempat tidur isolasi di RSUD Kota Bogor, RS Hermina, dan RS Senior Hospital, Senin (7/2/2022).

Advertisement

Baca juga: Bima Arya Apresiasi Keterlibatan Gereja Ikut Atasi Pandemi

Hal itu dilakukan guna memastikan ketersedian tempat tidur bagi pasien bergejala sedang, berat, dan komorbid.

Di sela kunjungan itu, Bima menyebut dari 705 tempat tidur isolasi baru terisi 29 pasien atau 31%. Artinya saat ini BOR cukup terkendali karena banyak pasien terpapar Covid lebih banyak bergejala ringan. 

"Tetapi, di beberapa kota saat kami rapat koordinasi dengan pak Luhut itu trennya tetap naik. Di Bogor bisa terkendali, jadi artinya kita tidak boleh lalai, kita tidak boleh lengah dan kita harus monitor terus," kata Bima.

Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau ketersedian tempat tidur isolasi di beberapa rumah sakit di Kota Bogor, Senin (7/2/2022).
Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau ketersedian tempat tidur isolasi di beberapa rumah sakit di Kota Bogor, Senin (7/2/2022).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, BOR Kota Bogor pada Januari cukup rendah di bawah 10%.  laporan (7/1/2022) tercatat hanya 8 pasien yang dirawat dari 428 (1,9%) tempat tidur isolasi yang disediakan.

Akhir Januari pada (28/1/2022) dari 500 tempat tidur isolasi terisi 99 pasien atau 19,8%. Sementara, Minggu (6/2/2022) dilaporkan BOR di 21 rumah sakit rujukan saat ini berjumlah 705 tempat tidur dan baru terisi 291 pasien atau 31,4%.

Baca juga: Bima Arya Minta RS Kota Bogor Sediakan 30% Bed Isolasi

Bima pun menyebut pun angkanya cukup terkendali, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terus memantau perkembangan keterisian rumah sakit.

"Saya dengan bu kadinkes ini monitor terus BOR-nya, begitu angkanya terus merambat naik ini ada sesuatu yang harus kita antisipasi, tapi sejauh ini BOR masih terkendali di 31%," katanya.

Bima menyebut, dari sekitar 200 pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit rata-rata lanjut usia dan belum tervaksin.

Baca juga: Batasi Aktivitas Perkantoran, Bima Arya Minta Rapat Tidak Digelar dalam Ruangan

"Ada angka-angka yg saya kira penting yaitu sebagian besar yang dirawat karena belum di vaksin. Ya ini kami akan koordinasikan tentunya kalau yang belum di vaksin dari kabupaten," kata Bima.

Hal lainnya, kata Bima, sebagian  besar pasian gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah 

"Yang isoman juga tidak boleh dianggap enteng, kita memaksimalkan pengawasan ini baik melalui telemedicine maupun relawan yg memonitor secara langsung di pemukiman," tambah Bima.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN