Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wali Kota Bogor  Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya

Bima Arya Perkirakan Status PPKM Kota Bogor ke Level 3

Senin, 7 Februari 2022 | 16:42 WIB
Vento Saudale (redaksi@investor.id)

BOGOR, investor.id - Wali Kota Bogor, Bima Arya memperkirakan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah aglomerasi Jabodetabek akan naik ke level 3.

Kemungkinan itu Bima Arya sebut berkaca dari penambahan kasus yang terus terjadi di wilayah aglomerasi Jabodetabek saat ini.

"Kemungkinan besar ada indikasi aglomerasi (Jabodetabek) akan jadi level 3. Tapi kami masih menunggu, karena hari ini juga akan ada rakor langsung dengan Presiden Jokowi," kata Bima Arya usai meninjau RSUD Kota Bogor, Senin (7/2/2022). 

Baca juga: Bima Arya: BOR Kota Bogor Terkendali 31%

Kata dia untuk penambahan kasus Covid-19 di Kota Bogor sendiri, dua hari yang lalu wilayahnya mencatatkan angka yang sangat tinggi sekali mencapai 741 kasus baru positif Covid-19. Jumlah ini mendekati angka puncak saat varian Delta menyebar di Kota Bogor.

Sehingga, Bima Arya memperkirakan ada kemungkinan penambahan kasus di wilayah Kota Bogor akan melewati angka puncak dari varian Delta.

"Diperkirakan kita akan terus naik melewati angka delta itu. Oleh karena itu kita pastikan kesiapan tempat tidur di Rumah Sakit (RS)," ucap Bima Arya. 

Baca juga: Bima Arya Apresiasi Keterlibatan Gereja Ikut Atasi Pandemi

"Kami juga sudah perintahkan seluruh RS untuk melakukan konversi dari umum menjadi layanan Covid. Dan kami sudah mengunjungi dua RS secara keseluruhan, kami lihat sudah dikonversi baik itu di RS Hermina maupun RSUD," sambungnya.

Kemudian, dilanjutkan Bima Arya, kedatangannya bersama Muspida Kota Bogor ke sejumlah RS yang menangani Covid-19 ini juga sesuai instruksi dari Presiden, dan Menkes, bahwa yang dirawat hanyalah pasien dengan gejala sedang dan berat.

"Jadi tidak boleh ringan itu di awat, ini untuk memastikan prioritas kami bagi warga yang harus di dahulukan," imbuh Bima Arya.

"Dan kami cek juga di dua RS ini serta di seluruh RS memang telah mentaati itu, artinya hanya pasien yang gejalanya sedang dan berat saja (yang dirawat)," lanjutnya.

Baca juga: Batasi Aktivitas Perkantoran, Bima Arya Minta Rapat Tidak Digelar dalam Ruangan

"Kami lihat di ICU juga kondisinya hanya yang berat, sebagian besar karena komorbit dan lansia dan ada angka-angka yang saya kira penting yaitu sebagian besar yang dirawat karena belum di vaksin," ungkap Bima Arya.

Soal pasien Covid-19 yang tidak dirawat di RS, dituturkan Bima Arya, bahwa mereka pun harus tetap diperhatikan. Untuk itu, dirinya meminta agar Satgas Covid-19 di wilayah dapat diaktivasi kembali, baik itu RW Siaga, Puskesmas hingga Babinsa dan Babinkamtibmas.

"Satgas wilayah kita aktivasi kembali untuk melakukan monitoring dan juga sosialisasi atas penggunaan dari telemedicine yang bisa digunakan untuk memonitoring warga," tandasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN