Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Sumber: BSTV

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Sumber: BSTV

Luhut: Penyesuaian PPKM Sasar Kelompok Rentan

Senin, 7 Februari 2022 | 17:34 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id   - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah telah melakukan penyesuaian penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyasar pada kelompok rentan, yaitu kelompok lansia, komorbid, dan kelompok yang belum mendapatkan vaksin sama sekali.

“Pemerintah akan mengambil kebijakan pengetatan lebih terarah untuk kelompok rentan seperti lansia, kelompok komorbid dan yang belum divaksin,” kata Luhut saat memberikan keterangan pers seusai menghadiri rapat terbatas (ratas) tentang evaluasi PPKM yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual, Senin (7/2/2022).

Baca juga:  ITAGI:  Booster Diprioritaskan untuk Lansia dan Kelompok Rentan

Ia menjelaskan penerapan PPKM dengan adanya Omicron akan berbeda dengan penerapan PPKM saat varian Delta. Karena PPKM saat ada Omicron akan lebih menyasar pada kelompok rentan.

“Jadi kelompok-kelompok yang sehat, anda berolahraga dengan baik, anda sudah divaksin, anda tidak punya komorbid, patuh dengan ini (prokes) dan hidup dengan gembira, tidak perlu takut. Tentu ada bahaya, tapi probabilitynya sangat kecil,” ujar Luhut.

Baca juga:  Lansia dan Kelompok Rentan Prioritas Vaksinasi Booster

Berdasarkan level assessment saat ini, Menko Marves menyampaikan aglomerasi Jabodetabek, DI Yogyakarta, Bali dan Bandung Raya akan masuk dalam PPKM Level 3. Keputusan ini diambil bukan akibat tingginya kasus, tetapi juga karena rendahnya tracing. Bahkan Bali naik ke Level 3, menurut Luhut, salah satunya disebabkan tingkat rawat inap yang meningkat.

“Terkait dengan keputusan ini dapat dilihat dengan inmendagri yang akan keluar hari ini. Jadi kita ingin yang ringan jangan masuk RS supaya BOR tetap rendah. Sehingga kita juga lihat nanti bed ICU, karena menjadi indikator yang sangat kuat,” jelas Luhut Binsar Pandjaitan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN