Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Bidang Dukungan Kesehatan Satgas Penanganan Covid 19, Alexander Kaliaga Ginting. Sumber: BSTV

Ketua Bidang Dukungan Kesehatan Satgas Penanganan Covid 19, Alexander Kaliaga Ginting. Sumber: BSTV

Satuan Pendidikan Diminta Cegah Penularan Klaster PTM ke Keluarga

Rabu, 9 Februari 2022 | 04:33 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id  - Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 meminta satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara hati-hati. Penyelenggaraan PTM terbatas wajib mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting mengingatkan saat ini bermunculan klaster sekolah dan keluarga. Ini menjadi pelajaran penting bagi daerah lain agar kasus serupa tidak terulang dan PTM dapat dijalankan dengan aman sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah.

"Memang ada sebaiknya dibentuk Satgas Covid-19 sekolah yang berasal dari internal sekolah dan pemerintah setempat seperti dari pihak kelurahan yang mengontrol apakah protokol kesehatan (prokes) dijalankan sepenuhnya. Selain itu juga bisa menggelar PTM terbatas 50% yang disesuaikan level PPKM," kataya kepada Beritasatu.com, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Pemkab Bekasi Tunda PTM 100%

Ia mengingatkan pihak sekolah untuk berhati-hati dan mengutamakan penerapan prokes pencegahan virus corona dalam menggelar PTM. Hal ini juga tidak lepas dari menyebarnya varian Omicron di Indonesia yang sangat cepat tingkat penularannya.

Jadi, lanjut dia, satuan pendidikan agar dapat melaksanakan PTM secara hati-hati dan selalu mengutamakan kesehatan peserta didik dari penularan Covid-19. Pihak sekolah perlu memperhatikan proses skrining kesehatan, pengaturan kapasitas ruangan, dan jarak antarorang dalam pembelajaran tatap muka.

Selain saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, pihak sekolah juga diminta memperhatikan peluang penularan virus di rumah dan di perjalanan. Pastikan siswa dan tenaga pengajar disiplin mematuhi prokes secara ketat. Lalu lakukan evaluasi penerapan pembatasan khususnya terkait penerapan protokol kesehatan.

Advertisement

Baca juga: DPRD DKI Ingatkan 3 Hal Ini Menyangkut PTM 100%

Menurutnya sekecil apapun kasus yang terjadi, jika tidak ditindaklanjuti dengan tracing maupun treatment, maka dapat memperluas penularan. Oleh karenanya, apabila ditemukan kasus positif dalam pembelajaran tatap muka, sekolah wajib menerapkan penutupan dan segera melakukan disinfeksi, pelacakan, dan testing kontak erat secara periodik.

"Semua pihak diharapkan selalu memastikan implementasi protokol kesehatan bagi seluruh unsur di sekolah. Prokes seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas harus dijalankan dimulai dari rumah saat perjalanan dan saat beraktivitas di sekolah serta saat kembali pulang ke rumah," ungkap Alexander.

Jika terdapat temuan kasus konfirmasi Covid-19 di sekolah, maka kepala sekolah memastikan penanganan warga sekolah yang terkonfirmasi Covid-19, yaitu dengan memeriksakan warga sekolah terkonfirmasi Covid-19 ke fasilitas layanan kesehatan.

Baca juga: PTM Lahirkan Klaster Sekolah, Epidemiolog Bilang Begini
 
"Apabila bergejala, maka harus mendapatkan perawatan medis sesuai dengan rekomendasi dari satuan tugas penanganan Covid-19 atau fasilitas pelayanan kesehatan. Apabila tidak bergejala, maka dilakukan isolasi atau karantina pada tempat yang direkomendasikan oleh Satgas atau fasilitas pelayanan kesehatan. Pantau kondisi warga sekolah selama isolasi atau karantina," urai dia.
 
Selain itu juga mendukung Satgas atau Puskesmas setempat dalam melakukan penelusuran kontak erat warga sekolah yang terkonfirmasi Covid-19 dan tes Covid-19, dalam bentuk membantu membuat daftar kontak erat warga sekolah yang terkonfirmasi Covid-19.
 
"bantu informasikan kepada warga sekolah yang terdaftar dalam kontak erat untuk segera melaporkan diri kepada Satgas Covid-19 atau Puskesmas dan pastikan penanganan serta pemantauan warga sekolah yang terdaftar dalam kontak erat dan juga yang terkonfirmasi Covid-19," pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN