Menu
Sign in
@ Contact
Search
Virus Omicron. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Virus Omicron. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Kemenkes: 96% Kasus Covid-19Saat Ini Dipicu Omicron

Minggu, 13 Februari 2022 | 21:47 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id  - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi  menegaskan kasus Covid-9 yang meningkat saat ini 96%  dipicu oleh  varian Omicron.

Hal ini merespons pernyataan dari Wali Kota Tangsel Banten, Benyamin Davnie  dan  Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menyatakan peningkatan kasus Covid-19 di kedua wilayah tersebut lebih banyak didominasi varian Delta (B.1.617.2) ketimbang Omicron (B.1.1.529).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

“Enggak bisa dikatakan seperti itu  karena  sifat pemeriksaan semua sampel yang dikirimkan dari  kasus positif Covid-19 itu hampir 96%  saat ini sudah Omicron,”  kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (13/2/2022).

Baca juga: Hari Ini, Pasien Covid-19 Dirawat di RS Secara Nasional Capai  27.009

“Jadi kita bisa mengasumsikan bahwa  sebenarnya yang terjadi di  daerah itu (Tulungagung dan Tangsel) sebagian besar adalah varian Omicron. Kalau pun yang tidak diperiksa kita harus curiga itu probable Omicron,” sambungnya.

Selanjutnya, Nadia juga mengatakan pemeriksaan kasus menggunakan  pemeriksaan whole genome sequencing (WGS)  berupa sampel dan telah mewakili setiap daerah.  Dari sampai tersebut, kata Nadia, 96% merupakan kasus Covid-19 varian Omicron.

Untuk menyamakan  informasi perkembangan Covid-19 di Tanah Air, Nadia menuturkan Kemenkes saat ini sedang melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada  Kota Tangsel Banten terkait data  yang disampaikan tersebut.

“Kita klarifikasi,  Tangsel itu dari mana datanya,” tanya Nadia.

Baca juga: 5.027 Kasus Covid-19 Varian Omicron Hasil Metode Sampel

Nadia menjelaskan bahwa kasus saat ini sudah didominasi varian Omicron karena melihat dari  pola  penularan  yang lebih cepat dari varian-varian sebelumnya. Hal ini dilihat dari tingkat keparahan dan meningkatan keterisian tempat tidur rumah sakit termasuk angka kematian.

Kemudian dibandingkan dengan kondisi saat Indonesia sedang  mengalami gelombang kedua akibat varian Delta dan kondisi saat ini akibat varian Omicron

“Varian Omicron ini memang sangat cepat menular, tapi orang yang membutuhkan perawatan rumah sakit  hanya  seperempat dari kondisi   varian Delta, tapi  dari sisi absolut karena varian Omicron jumlahnya lebih banyak  bisa  jadi yang dirawat di rumah sakit lebih tinggi dari Delta  tapi gejalanya lebih ringan,” ujarnya.

Baca juga: FKUI-RSCM: Covid-19 Omicron Berhubungan dengan Gangguan Psikosomatic

Terkait angka kematian, Nadia  menyebutkan ketika  kasus Covid-19 akibat varian Delta mencapai 55.000 kasus per hari, maka angka kematian mencapai 3.000 hingga  4.000 kasus. Sedangkan saat  ini  kasus meningkat mencapai angka 44.526, tapi angka kematian hanya mencapai 111.

 “Ini jauh banget  dan orang yang dirawat di rumah sakit  itu hanya 4.000 atau 5.000  dari kasus aktif   352.839,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com