Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siswa siswi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Siswa siswi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

676 Orang Terpapar di 31 Sekolah di Kota Bogor

Rabu, 16 Februari 2022 | 22:49 WIB
Vento Saudale (redaksi@investor.id)

BOGOR, investor.id   - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor melaporkan sebanyak 676 orang (guru dan murid) terpapar Covid-19 di 31 sekolah.  Kondisi itu membuat Satgas Covid-19 Kota Bogor memperpanjang penghentian sementara pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh sekolah di Kota Bogor, hingga satu pekan ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan, data Dinas Kesehatan menunjukan angka terpapar Covid-19 guru dan siswa semakin banyak.

Advertisement

“Data ini hasil tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan,” kata Hanafi, Rabu (16/2/2022).

Baca juga: Bogor PPKM Level 3, PTM 50% Harus Seizin Orang Tua

Melihat kondisi tersebut, Pemkot Bogor memperpanjang kebijakan penghentian PTM di Kota Bogor hingga 21 Februari 2022, seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Nomor : 03/STPC/02/2022.

"Jadi, penghentian PTM bukan disdik yang menentukan, tapi Satgas Covid-19. Mungkin salah satu pertimbangannya melihat angka positif Covid-19 itu,” kata Hanafi.

Baca juga: Satuan Pendidikan Diminta Cegah Penularan Klaster PTM ke Keluarga

Dari total 676 guru dan siswa yang positif Covid-19, sebanyak 441 tidak bergejala, 178 bergejala ringan, 36 gejala sedang dan berat dan 21 belum diketahui.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan, keputusan diberhentikannya PTM dilakukan lantaran kondisi yang sudah mendesak.

Jika PTM tetap berjalan, dikhawatirkan akan menimbulkan klaster keluarga dan perkantoran.

Baca juga: Pemkab Bekasi Tunda PTM 100%

Hal itu yang dikhawatirkan Bima Arya akan menimbulkan potensi lonjakan kasus Covid-19 di perkantoran. Bahkan mengganggu jalannya roda pemerintahan dan pelayanan publik.

Tak hanya menghentikan PTM untuk sementara, Bima Arya mengatakan, Pemkot Bogor juga tengah mempercepat pemberian vaksin booster untuk guru.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN