Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sambutan Presiden Joko Widodo secara virtual pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sultra, Rabu (9/2/2022). Sumber: BSTV

Sambutan Presiden Joko Widodo secara virtual pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sultra, Rabu (9/2/2022). Sumber: BSTV

Jokowi Dorong Daerah Tingkatkan Vaksinasi Dosis 2 dan 'Booster'

Jumat, 18 Februari 2022 | 11:05 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong seluruh kabupaten/kota dan provinsi konsentrasi  meningkatkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua dan ketiga. 

“Saya ingin mendorong seluruh kabupaten/kota dan provinsi konsentrasi di suntikan kedua dan juga suntikan ketiga atau booster,” kata Jokowi saat melakukan peninjauan vaksinasi Covid-19 di 17 provinsi secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (18/2/2022).

Hal itu dikarenakan, lanjut Jokowi, tingkat vaksinasi dosis kedua dan ketiga masih sangat rendah. Masih banyak daerah yang angka vaksinasi dosis kedua dan ketiga masih dibawah 60%. “Masih rendah,” ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi meminta dalam pelaksanaan vaksinasi lebih diprioritaskan lansia. Karena berdasarkan data yang diterimanya, pasien Covid-19 yang meninggal karena varian Omicron sebanyak 69% adalah lansia. Sisanya, pasien yang belum mendapatkan vaksinasi sama sekali.

“Agar didahulukan yang lansia. Ini penting sekali. Karena dari data terakhir yang saya terima 69% yang meninggal karena Omicron adalah lansia, itu yang pertama. Kedua, yang belum di vaksin,” terang Jokowi.

Seperti diketahui, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, saat ini secara nasional ada 20 juta orang yang belum mendapatkan vaksin kedua.

Ada 5 juta diantaranya di Jawa Barat dengan rentang waktu belum mendapatkan dosis kedua setelah divaksinasi pertama dengan rentang waktu 1-5 bulan. Selain itu, 4 provinsi lainnya Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan Sumatera Utara.

Sementara itu, masih berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan per 13 Februari 2021, total kumulatif pasien yang dirawat di RS sebesar 74.838 pasien, dimana 71% adalah pasien asimptomatik dan bergejala ringan.

Terlebih pula, data lain dari Kementerian Kesehatan juga menyebutkan penyumbang angka kematian cenderung berasal dari golongan lanjut usia (49%), komorbid (48%), dan orang yang belum atau tidak dapat divaksin lengkap (68%).

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN