Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Sumber: BSTV

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Sumber: BSTV

KPK Dalami Peran Mu'min Alidan Haji Isam dalam Kasus Suap Pajak

Jumat, 18 Feb 2022 | 11:21 WIB
Fana Suparman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami peran pemilik perusahaan, Mu'min Ali Gunawan dan Haji Isam  dalam kasus dugaan suap pemeriksaan pajak pada Ditjen Pajak. Salah satu peran yang didalami tim penyidik terkait intervensi para pemilik perusahaan dalam proses penghitungan pajak perusahaan.

"Itu juga akan dilihat sejauh mana para pemilik perusahaan melakukan intervensi dalam proses penghitungan pajak perusahaan yang bersangkutan," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (17/2/2022) malam.

Diketahui, sejumlah perusahaan melalui konsultan pajak atau kuasa wajib pajaknya memberikan suap kepada pejabat pajak untuk merekayasa pajak mereka. Merek yang berperan seperti Veronika Lindawati sebagai kuasa PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, milik Mu'min Ali Gunawan. Ada pula Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebagai konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations. 

Demikian halnya Agus Susetyo  sebagai konsultan pajak PT Jhonlin Baratama, salah satu perusahaan milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam diduga memberikan suap kepada mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji, mantan Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani serta Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak dan tim pemeriksa pajak.

KPK memastikan akan terus menguatkan informasi dan bukti-bukti, termasuk dari konsultan, tim pemeriksa pajak, hingga jajaran direksi perusahaan. Sejauh ini, KPK masih memproses kasus yang telah menjerat sejumlah konsultan pajak dan tim pemeriksa pajak.

"Akan kita lihat, sejauh mana direksi-direksi perusahaan tersebut itu ikut terlibat proses penghitungan yg sudah diwakili dan dipercayakan oleh konsultan pajak. Nanti didalami dalam proses penyidikan," kata Alex, sapaan Alexander Marwata.

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat delapan tersangka, yakni, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji; mantan Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani.

Kemudian, Ryan Ahmad Ronas, dan Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations; Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Baratama, dan Veronika Lindawati selalu kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin. Selanjutnya, mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bantaeng, Sulawesi Selatan, Wawan Ridwan dan mantan Fungsional Pemeriksa Pajak pada Kanwil DJP Jawa Barat II, Alfred Simanjuntak.

Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani sudah divonis bersalah dan dihukum masing-masing 9 tahun penjara dan 6 tahun pidana penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Majelis hakim menyatakan keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait perhitungan pajak tiga perusahaan, yakni PT Gunung Madu Plantations untuk tahun pajak 2016; PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin tahun pajak 2016; dan PT Jhonlin Baratama untuk tahun pajak 2016 dan 2017. Suap itu diterima Angin Prayitno dan Dadan Ramdani bersama-sama dengan Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrianselaku Tim Pemeriksa Pajak.

Angin dan Dadan menerima suap senilai Rp 15 miliar dan Sin$ 4 juta atau sekitar Rp 42 miliar dari para wajib pajak. Uang suap dengan total Rp 57 miliar itu untuk merekayasa hasil penghitungan wajib pajak perusahaan tersebut.

Secara rinci, Angin dan Dadan menerima uang sebesar Rp 15 miliar dari Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebagai perwakilan PT Gunung Madu Plantations sekitar Januari-Februari 2018. Kemudian pada pertengahan tahun 2018 sebesar Sin$ 500 ribu yang diserahkan oleh Veronika Lindawati sebagai perwakilan PT Bank Panin Tbk dari total komitmen sebesar Rp 25 miliar. Kemudian, sekitar Juli-September 2019 senilai total Sin$ 3 juta diserahkan oleh Agus Susetyo sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com