Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua Bidang Perubahan Prilaku Satuan Tugas COVID-19 Sonny Harry B Harmadi.

Ketua Bidang Perubahan Prilaku Satuan Tugas COVID-19 Sonny Harry B Harmadi.

Pelanggar Prokes Disanksi Sosial, Denda, dan Penutupan Sementara

Sabtu, 19 Februari 2022 | 15:01 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id   - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi menyatakan pelanggar protokol kesehatan (prokes) yang mulai digencarkan kembali disanksi sosial, denda dan penutupan sementara untuk tempat yang membuat kerumunan.

"Namun penindakan prokes kepada masyarakat menjadi kewenangan pihak satgas daerah yang dibantu Satpol PP, karena Satgas Pusat tidak punya bidang penindakan. Makanya kami tidak bisa menindak," katanya kepada Beritasatu.com, Sabtu (19/2/2022).

Baca juga: Pekan Ini, Menkes Umumkan Mal dan Tempat Umum Pelanggar Prokes

Menurutnya, setiap daerah melakukan penindakan berdasarkan aturan atau regulasi yang dibuat. Hal itu termuat dalam bentuk peraturan daerah (perda), peraturan gubernur (pergub), peraturan bupati/walikota dan dalam bentuk instruksi daerah serta lainnya.

Dikatakan, setiap daerah menetapkan sanksi yang berbeda-beda. Misal di Bali, menetapkan pelanggar protokol kesehatan (prokes) bisa didenda hingga Rp1 juta. Ketentuan ini berbeda halnya di Jawa Barat dan Jakarta yang menerapkan adanya sanksi yang dijatuhkan seperti kerja sosial, denda uang, teguran tertulis, penutupan sementara, dan denda administratif.

Baca juga:  Satgas: Disiplin Prokes Kunci Utama Penanganan Covid-19
 
Untuk detail pelanggaran yang menggambarkan ketidakdisiplinan warga berbagai macam, mulai dari pelanggaran membuat kerumunan, tidak memakai masker dan lainnya.

"Tetapi yang perlu ditertibkan adalah penggunaan PeduliLindungi secara tertib untuk setiap ruang atau fasilitas publik yang ditegakkan seperti adanya jam operasional terbatas yang disesuaikan aturan level PPKM setempat," ungkap Sonny Harry.

Baca juga: Omicron Masuk Indonesia, Kasatgas: Terus Disiplin Prokes

Ia mencontohkan seperti mal, resto atau kafe dan lainnya yang boleh buka hingga pukul 21.00 WIB yang  disesuaikan level PPKM yang berlaku di masing-masing daerah.

"Jadi Satgas Pusat mengingatkan untuk menerapkan sesuai aturan PPKM yang berlaku dan juga penerapan pendisiplinan prokes yang standar. Itu memang harus dilakukan dan mereka punya aturannya. Sebuah aturan yang bukan hanya dibuat, tetapi ditegakkan dengan pelaksanaan di lapangan," tegasnya.

Baca juga: dr Reisa: PTM Harus Disiplin Prokes

Namun yang penting adalah kombinasi antara penegakkan disiplin dengan edukasi cara terus menerus. Pihak Satgas pun tidak berhenti untuk terus mengedukasi masyarakat luas.

"Kalau mengedukasi itu juga kan membantu membagikan masker dengan adanya duta perubahan perilaku yang turun ke lapangan yang banyak saat ini. Total dutanya saat ini berjumlah 163.000 orang yang bekerja secara bergantian. Ini saya masifkan dan terus-menerus dan juga dengan memasang iklan edukasi di videotron di tempat strategis untuk mengingatkan terus terapkan prokes dengan berbagai cara juga," ungkap Sonny.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com