Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kerabat keluarga berziarah di pemakaman khusus Covid-19 TPU Rorotan, Jakarta Utara.. Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Kerabat keluarga berziarah di pemakaman khusus Covid-19 TPU Rorotan, Jakarta Utara.. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Kasus Meninggal Omicron Kota Bogor Turun 94% Dibanding Delta

Kamis, 24 Februari 2022 | 14:23 WIB
Vento Saudale (redaksi@investor.id)

BOGOR, investor.id  - Kasus meninggal di Kota Bogor selama masa pandemi Covid-19 varian Omicron hanya 4 kasus. Jumlah itu turun 94% dibanding masa pandemi varian Delta dengan 56 kasus.

Berdasarkan data laporan kasus harian, selama 3 hari terakhir nol kasus pasien positif meninggal, sehingga akumulasi kasus meninggal di Kota Bogor tercatat 531 kasus.

Dari 531 pasien meninggal, sebanyak 302 orang atau 57,6% berjenis kelamin perempuan, sisanya 299 berjenis kelamin lak-laki.

Baca juga:   Omicron Kota Bogor Kalahkan Delta, 1.043 Kasus dalam Sehari

Advertisement

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor pada masa pandemi Omicron periode Januari hingga 20 Februari, 2022 terlaporkan 4 kasus meninggal.

Dibanding pandemi varian Delta, dalam periode Juli hingga Agustus 2021 dilaporkan 56 kasus pasien positif meninggal dunia.

"Dibanding masa pandemi Delta, kasus meninggal Omicron higga Februari ini turun 94%," kata Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno, Kamis (24/2/2022).  

Baca juga: Ini Kabar Baik soal Tren Kasus Aktif, Pemakaman hingga Kematian Isoman di DKI

Retno memaparkan, dari jumlah akumulatif kasus meninggal di Kota Bogor yang berjumlah 531 pasien, sebanyak 398 orang atau 75% berusia 50 tahun ke atas dan mempunyai penyakit penyerta atau komorbid.

Retno menjelaskan, rata-rata pasien meninggal mempunyai  komorbid seperti hipertensi, stroke, diabetes melitus (DM), penyakit jantung dan penyakit paru.

"Dalam kasus terakhir (14/2/2022) penambahan 1 pasien meninggal, dengan jenis kelamin laki-laki, usia lebih dari 50 tahun. Berdasarkan diagnosa memiliki stroke," kata Retno. 

Baca juga: 3 Hari Beruntun, Kota Bogor Sumbang 1.000 Kasus Covid-19/Hari

 

Retno menambahkan, fatality varian Omicron memang tidak separah pada masa Delta. Tingkat kematian pada varian Delta lantaran didorong belum banyaknya masyarakat tervaksin, sehingga ketika terinfeksi bisa membuat data imun turun saat sakit penyerta kambuh.

"Rata-rata kasus meninggal memang belum tervaksin," tambah Retno.  

Sementara, berdasarkan indikator capaian vaksinasi Kota Bogor masuk ke dalam kategori memadai. Dari 819.444 sasaran vaksi, per 23 Februari 2022 capaian dosis 1 total 846.159 sasaran (103,17%), dosis 2 738.490 sasaran (90,12%).

Untuk vaksinasi lansia dari 74.682 sasaran, untuk dosis 1 sebanyak 60.703 orang (81,28%), dosis 2 54.186 orang (72,56%), dan dosis 3 atau booster sudah mencapai 20.171 (20%).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN