Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito hadir di Redaksi BeritaSatu Media Holdings, Jakarta, 1 Maret 2022.  Foto: BeritaSatu Photo/Emral Firdiansyah

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito hadir di Redaksi BeritaSatu Media Holdings, Jakarta, 1 Maret 2022. Foto: BeritaSatu Photo/Emral Firdiansyah

Atasi Covid-19, Indonesia Miliki 900 Lebih Jejaring Laboratorium

Rabu, 2 Maret 2022 | 22:19 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id   - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan saat ini Indonesia sudah membangun 900 lebih jejaring laboratorium. Kemampuan laboratorium menjadi syarat untuk potensi pertama yang harus dibangun dalam deteksi virus sebagai sumber penyakit.

Hal ini dilakukan guna mengatasi potensi mendeteksi virus Corona (Covid-19) di Tanah Air. Dikatakan karena bersumber dari hewan, maka laboratorium-laboratorium yang ada baik itu untuk kesehatan manusia maupun hewan, harus dijadikan satu jejaring besar nasional. Namun diakui, hal tersebut awalnya hanyalah sekadar wacana dan pada akhirnya menjadi jawaban pasti.

"Indonesia akhirnya mengembangkan berbagai laboratorium untuk hewan, manusia dan lingkungan yang dijadikan satu, sehingga sekarang sudah memiliki 900 lebih laboratorium yang memiliki standar," katanya dalam "Podcast Apa Adanya" bertajuk "2 Tahun Pandemi Covid-19, Membangun Mental Juara"  seperti dikutip dari kanal YouTube B1 Plus yang dikelola Beritasatu.com, Rabu (2/3/2022).


Wiku menjelaskan saat menerima mandat dari Presiden melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid, maka yang dilakukan pertama kali adalah memperkuat jejaring laboratorium dengan memastikan kemampuan deteksi karena tidak diketahui kasusnya itu berada dimana saja.

Hal pertama yang harus mampu dilakukan adalah deteksi awal yang ada di jejaring fasilitas kesehatan (faskes) yakni laboratorium. Secara bertahap akhirnya sumber penularan diketahui.

Advertisement

Baca juga: Covid-19 Sudah Diprediksi Meledak Tak Terkendali

Namun dikatakan, tidak mungkin hanya bergantung pada lab-lab itu saja. Pertama lab tersebut hanya laboratorium rujukan yaitu Litbangkes. Ternyata laboratorium tersebut merasa keberatan kalau seluruh kasus Covid-19 ditesnya di tempat tersebut.

Maka dari itu, harus ditingkatkan jumlah laboratorium jejaringnya dan dipastikan dengan cara standar yang sama, sehingga menghasilkan deteksi kualitas yang sama dan tetap berkualitas.

"Selain itu yang harus kita identifikasi adalah kemampuan rumah sakit karena waktu itu kasus Covid-19 menimbulkan korban. Jadi kita harus memastikan bahwa fasilitas kesehatan yang ada harus mampu menangani kasus ini yang sangat infeksius," urai Wiku.

Jadi, lanjut dia, petugas tenaga kesehatan (nakes) seperti dokter, perawat dan lainnya yang ada  di rumah sakit, harus tahu cara menangani kasus Covid-19 ini dengan baik. Hal ini penting agar mereka sendiri tidak terpapar dan tertular virus Corona.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN