Menu
Sign in
@ Contact
Search
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI,

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI,

Waspada! Meski sudah BoosterTetap Bisa Reinfeksi

Kamis, 3 Maret 2022 | 07:20 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id   - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi (Peralmuni), Prof Iris Rengganis, mengungkapkan meski sudah menerima vaksinasi Covid-19 primer dosis lengkap atau bahkan vaksinasi dosis lanjutan (booster), sebenarnya tetap bisa terjadi reinfeksi atau infeksi ulang.

Spesialis Penyakit Dalam ini mengatakan reinfeksi memang terjadi karena beberapa hal. Pertama bisa karena varian Omicron, di mana dia memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan varian-varian sebelumnya. Omicron merupakan varian virus corona yang sangat menular.

Baca juga: Warga Jakarta Bisa Daftar Vaksinasi Booster Bank DKI Lewat JAKI

"Tetapi kita harus ingat, kalau ada reinfeksi, berarti sistem imun kita juga tidak bisa memenuhi syarat," kata Iris dalam webinar "Re-Infeksi Covid-19: Apa yang Terjadi pada Tubuh Kita?" pada Rabu (2/3/2022).

Namun hati-hati bagi yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid karena lebih mudah mengalami reinfeksi Covid-19. Sebab antibodi yang dibentuk oleh warga yang memiliki komorbid pascavaksinasi lebih rendah, dibandingkan mereka yang tidak punya komorbid.

Baca juga: Kadin Indonesia Gelar Vaksinasi Booster Capai 1.000 Dosis

"Individu dengan komorbid seperti diabetes, usia lanjut, autoimun diketahui itu memproduksi antibodi pasca vaksin yang lebih rendah, dibandingkan dengan populasi sehat. Sehingga jelas di sini, risiko infeksi ulang jauh lebih tinggi," jelasnya.

Artinya, tutur dia, sistem imun tersebut tidak bisa menahan serangan dari luar. Hal itu bisa terjadi karena asupan makanan dan belum divaksin lengkap.

"Ya walaupun vaksin itu juga tidak mencegah penularan, divaksin juga tetap bisa tertular," ucap Iris.

Baca juga: Kalbe Farma (KLBF) Gelar Sentra Vaksinasi Covid-19 Booster Bagi Pasien Kanker  

Ia menjelaskan gejala Covid-19 tidak akan berat pada orang yang telah divaksin dibandingkan dengan yang belum melakukan vaksinasi. "Yang jelas vaksin juga itu bisa mencegah angka kematian, mencegah angka perawatan di rumah sakit, orang bisa isolasi mandiri," Iris menerangkan.

Sementara, dia mengatakan di dalam tubuh manusia, sistem imun itu harus diperbaiki. Cara perbaikinya dengan menjaga pola makan, mengonsumsi suplemen-suplemen, tidur yang cukup, terhidrasi dengan baik, olahraga yang cukup, serta mematuhi protokol kesehatan.

"Ya kalau kita merasa sudah divaksinasi, kita sudah merasa semuanya baik, tapi kalau protokol kesehatan (prokes) tidak dijalankan secara ketat dan disiplin, tetap saja virus itu bisa masuk ke dalam tubuh kita ya," pungkas dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com