Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Kejar Target Booster, Indonesia Belum Wacanakan Dosis Keempat

Sabtu, 19 Maret 2022 | 17:09 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pihak Moderna dan Pfizer mengajukan penggunaan darurat vaksin booster (penguat) untuk tahap kedua atau vaksin dosis keempat untuk 18 tahun keatas di Amerika. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran gelombang pandemi lanjutan.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menegaskan saat ini fokus pemerintah Indonesia adalah mengejar vaksinasi guna mencapai 70% vaksin primer atau lengkap (dosis pertama dan kedua) dari total populasi nasional. Selain itu melanjutkannya dengan memenuhi target vaksin booster atau vaksin dosis ketiga.

Baca juga: Jarak Vaksin Kedua dengan Booster Jadi 3 Bulan, Ini Pertimbangannya

"Jadi fokus pemerintah Indonesia masih mengejar vaksin dosis kedua dan memprioritas pada vaksin booster atau vaksin dosis ketiga dahulu sampai saat ini. Pemerintah belum berpikir ke arah memberikan vaksin dosis keempat atau booster kedua," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (19/3/2022).

Menurutnya, vaksinasi booster ketiga di Indonesia per hari ini, Sabtu, 19 Maret 2022 baru mencapai 16.096.488 yang mendapatkan vaksinasi dosis ketiga dari target sekitar 208 juta tepatnya 208.265.720 atau 7,72% saja.

Baca juga: Periode Ideal Pasien Sembuh Covid-19 untuk Booster

"Kita tahu vaksinasi booster ketiga Indonesia baru 7,72% dari target sekitar 208 juta. Jadi fokus kita percepatan vaksinasi booster untuk seluruh masyarakat mendapatkan vaksinasi 208 juta. Itu dulu," jelas Siti Nadia.

Dia menjelaskan pemberian dosis keempat masih harus dilakukan kajian lagi. Salah satu alasan belum bisa melaksanakannya adalah jumlah orang yang mendapatkan vaksinasi booster belum banyak.

Baca juga: Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Lengkap dan Booster Jelang Ramadan

Hal ini membuat belum dapat melihat efektivitas hingga imunogenisitas dari pemberian vaksin tersebut. Karena hal itu yang dinilai saat menentukan kebijakan untuk vaksinasi booster.

Siti Nadia mengatakan beberapa negara memang sudah melakukan pemberian dosis keempat kepada beberapa kelompok masyarakat, yakni pada tenaga kesehatan dan orang lanjut usia (lansia).

Namun karena Omicron sangat berbeda dengan saat Delta, dia menambahkan vaksinasi keempat bukan suatu langkah yang mendesak untuk saat ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN