Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bambang Desak Presiden Tuntaskan Kasus-Kasus Besar

Kamis, 26 Januari 2012 | 07:27 WIB
Antara

JAKARTA- Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menyelesaikan kasus-kasus korupsi besar jika ingin mengembalikan kemerosotan popularitas pemerintahan dan kepercayaan rakyat.

"Tidak ada instrumen lain yang bisa memperbaiki citra pemerintahan SBY-Boediono, kecuali komitmen keduanya pada aspek penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Rabu (25/1).

Menurut Bambang, prospek pertumbuhan ekonomi yang tinggi sekali pun tidak membuat publik lupa pada sejumlah kasus korupsi yang masih diambangkan hingga saat ini.

Hasil dari berbagai jajak pendapat menyebutkan, kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan� SBY-Boediono terus merosot. Menurut hasil survei Litbang Kompas, para responden menilai pemerintahan SBY-Boediono sarat praktik penyalahgunaan wewenang.

Dari 10 responden, hanya tiga yang menilai pemerintahan SBY masih kredibel. Publik juga menilai, Presiden tidak "all out" menuntaskan kasus-kasus korupsi berskala besar.

"Saya percaya, Presiden SBY tidak meremehkan hasil survei seperti itu. Saya menduga,�hasil sejumlah survei itu menjadi salah satu faktor pendorong SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD menyelenggarakan pertemuan dengan anggota dewan pembina PD di Cikeas Selama (24/1) malam," kata Bambang.

Namun, tambah Bambang, yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah mengapa Presiden tidak segera merespons persepsi publik mengenai buruknya kinerja pemerintahan ini. Padahal, presiden dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat peduli pada hasil jajak pendapat.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN