Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prof Wiku Adisasmito. Foto: IST

Prof Wiku Adisasmito. Foto: IST

Jadi Syarat Mudik, Vaksinasi Booster di Indonesia Baru 6,06%

Rabu, 23 Maret 2022 | 21:47 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menetapkan booster atau vaksinasi Covid-19 dosis ketiga menjadi syarat mudik pada Lebaran nanti. Sementara laju vaksinasi booster Indonesia baru mencapai 6,06%.

Rata-rata laju vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster di dunia sudah mencapai 18,55% per Senin, 21 Maret 2022. Baru 15 negara yang melampaui rata-rata tersebut. Maka dari itu pemerintah terus berupaya menggenjot vaksinasi booster bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: Booster Jadi Syarat Mudik, Menkes Pastikan Stok Vaksin Aman

“Capaian booster Indonesia 6,06% dan kita harus gotong-royong untuk meningkatkannya,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu (23/3/2022).

Wiku menyebutkan lima dari 15 negara dengan laju vaksin booster yang tinggi. Negara tersebut, yakni Italia dengan cakupan vaksin booster 63,60%, Jerman 57,64%, Inggris 56,59%, Vietnam 44,88%, dan Thailand 31,34%.

Baca juga: Menkes: Pemudik Sudah Booster, Tak Perlu Tes Covid-19

Negara-negara tersebut melakukan pelonggaran aktivitas masyarakat, seperti bebas karantina. Namun, pelonggaran itu tidak dibarengi dengan pendisiplinan protokol kesehatan (prokes), sehingga kasus Covid-19 meningkat.

“Berkaca dari itu, kita harus mempertahankan disiplin prokes sembari meningkatkan vaksin booster,” papar Wiku.

Baca juga: DPR Setuju Booster Jadi Syarat Mudik Lebaran

Satgas pun menegaskan cakupan vaksinasi booster nasional perlu terus ditingkatkan. Pemerintah pusat dan daerah berupaya menjamin ketersediaan vaksin nasional dan distribusi ke seluruh pelosok negeri.

Masyarakat diimbau berperan aktif mengunjungi sentra vaksinasi terdekat untuk melengkapi dosis vaksin dan booster.

"Booster dan prokes adalah dua kunci tidak terpisahkan. Kepatuhan kita, kunci keberlangsungan produktivitas ekonomi aman Covid-19," pungkas Wiku.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN