Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

PRESIDEN JOKO WIDODO:

Semua Kepala Negara Bingung Selesaikan Masalah Akibat Covid-19 dan Perang Rusia-Ukraina

Jumat, 25 Maret 2022 | 11:04 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan semua kepala negara sedang bingung untuk menyelesaikan masalah yang diakibatkan adanya pandemi Covid-19, disrupsi teknologi dan perang antara Rusia-Ukraina.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan Pengarahan Presiden RI Tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, Jumat (25/3/2022).

Advertisement

“Kita tahu saat ini semua negara, semua negara, berada pada kesulitan ekonomi, kesulitan ekonomi, semuanya, baik karena pandemi Covid-19, disrupsi teknologi dan terakhir ditambah babak belur lagi karena perang,” kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi Kecewa Anggaran Barang/Jasa Belum Gunakan Produk Dalam Negeri

Sehingga, lanjutnya, semuanya menjadi tidak pasti dan tidak bisa lagi dihitung dengan angka-angka yang pasti. Akibatnya semua negara betul-betul menjadi pusing menghadapi permasalahan tersebut.

Jokowi mengaku beberapa kepala negara menelpon dirinya untuk membicarakan masalah di negaranya akibat dari Covid-19, disrupsi teknologi dan perang Rusia-Ukraina. Mulai dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Baca juga: Presiden Minta Seluruh Jajaran Cegah inflasi Akibat Tekanan Global

“Semuanya sama, bingung menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita alami bersama. Baik karena kelangkaan energi, yang naik dari dulunya US $ 50-60 per barel, sekarang US $ 118. Naik 2 kali lipat,” ujar Jokowi.

Kenaikan harga minyak membuat negara-negara mengambil kebijakan tidak lagi mensubsidi bahan bakar minyak (BBM). Hal ini mengakibatkan harga BBM di negara mereka langsung naik 2 kali lipat.

Baca juga: Ingatkan Kepala Daerah, Jokowi: Jangan Main-main dengan Kelangkaan Kontainer

“Bayangkan kita naik 10% saja demonya 3 bulan. Ini naik 2 kali lipat. Artinya 100% naik. Gas naik, harga pangan naik karena kelangkaan pangan, termasuk yang terseret harga kedelai misalnya. Harga gandum, misalnya karena penyuplai gandum dunia Ukraina, Rusia, Belarusia. Semuanya lari kemana-mana, kelangkaan energi, kelangkaan pangan dan kelangkaan kontainer,” terang Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN