Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim

Belanja Barang/Jasa BaruRp 2 T, Jokowi Tegur Nadiem Makarim

Jumat, 25 Maret 2022 | 11:37 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim karena belanja barang dan jasa di kementeriannya masih minim, hanya mencapai Rp 2 triliun. Sementara, Jokowi menargetkan akhir Mei 2022, belanja barang dan jasa seluruh kementerian/lembaga bisa mencapai Rp 400 triliun.

“Target nanti di akhir, syukur bisa sebelum Mei yang Rp 400 triliun itu bisa tercapai. Ini sangat bagus sekali dampaknya akan ke mana,” kata Jokowi saat memberikan Pengarahan Presiden RI Tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, Jumat (25/3/2022).

Advertisement

Jokowi memaparkan belanja barang dan jasa di sejumlah kementerian, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang baru mencapai Rp 92 triliun, Kementerian Pertahanan sebesar Rp 68 triliun, Polri sebesar Rp 56 triliun, Kementerian Kesehatan Rp 36 triliun.

Baca juga: Nadiem: Masih Ada 19.000 Desa Belum Miliki PAUD

“Ini yang gede-gede yang saya sebutkan, yang gede-gede saja. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Rp 29 triliun. Tadi pagi saya cek baru Rp 2 triliun. Ini kelihatannya ada yang enggak semangat di dalam kementerian,” ujar Jokowi.

Kemudian Jokowi menyinggung belanja barang di kementerian, seperti bangku dan laptop masih impor. Padahal, Indonesia sudah mampu memproduksi kedua barang tersebut.

“Masa urusan beli bangku, beli kursi mau impor kita, laptop mau impor kita? Kita sudah bisa bikin semuanya itu, sudah bisa bikin semuanya. Sudahlah, jangan diterus-terusin,” tegas Jokowi.

“Artinya apa? Penambahan pertumbuhan ekonomi sudah ada di depan mata kita, kita mau mengerjakan atau tidak mau mengerjakan. Kalau mau mengerjakan artinya ada tambahan seperti disampaikan pak menko dan menpar tadi. Sehingga saya minta dan saya enggak mau ditawar-tawar lagi urusan Rp 400 triliun di Mei,” tukas Jokowi.

Presiden menambahkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa melompat tinggi, jika seluruh kementerian/lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pemerintah daerah (Pemda) untuk membeli produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa.

“Kita melompat nanti kalau semua beli semua produk dalam negeri, meloncat pertumbuhan ekonomi kita,” jelas Jokowi. 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN