Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Satgas Tekan Lonjakan Covid-19 Saat Ramadan dan Lebaran

Rabu, 30 Maret 2022 | 05:30 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berupaya menekan laju penularan Covid-19 pada saat bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini dengan memantau tiga indikator Covid-19.

"Hal ini berkaca dari pengalaman Lebaran tahun lalu, lonjakan kasus Covid-19 terjadi seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat. Karenanya Satgas semaksimal mungkin menekan laju penularan Covid-19 pada Lebaran tahun ini," kata Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito saat konferensi pers Perkembangan Penanganan Covid-19 daring, Selasa (29/3/2022).

Advertisement

Wiku menjelaskan indikator pertama, yakni angka RT atau reproduksi virus yang harus ditekan. Kedua adalah positivity rate yang harus diturunkan. Ketiga adalah vaksinasi Covid-19 yang juga harus ditingkatkan dan dipercepat.

Baca juga: Ketua Satgas Minta Batam-Bintan Tetap Antisipasi Lonjakan Kasus

Menurutnya, laju penularan virus atau reproduction rate harus ditekan hingga di bawah satu, terutama pada pulau yang menjadi asal dan tujuan mudik seperti Jawa dan Sumatera. Saat ini angka laju penularan virus sudah menurun di semua wilayah Indonesia.

"Semakin rendah potensi penularan maka semakin rendah pula angka RT. Untuk itu, angka RT dapat ditekan dengan tidak memberi celah penularan sedikit mungkin," ucap dia.

Kemudian, Wiku mengatakan, angka positivity rate harus terus dijaga dan ditekan sampai memenuhi standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu sebesar 5%. Saat ini, lanjutnya, angka positivity rate mingguan menurun menjadi 5,20%, setelah sebelumnya berada di angka 8,81%.

“Angka ini sudah turun drastis dari puncak Omicron yang mencapai 17%,” ujar Wiku.

Baca juga:  Rumah Tak penuhi Syarat Isoman, Ini Saran Satgas Covid

Sayangnya, jumlah orang yang diperiksa baik tes antigen maupun polymerase chain reaction (PCR) menurun. Hanya 700 ribu orang yang melakukan tes pada pekan ini.

“Ini terbilang rendah mengingat pada puncak Omicron jumlah orang yang diperiksa lebih dari dua juta orang,” tutur Wiku.

Sementara untuk vaksinasi hingga hari ini, Selasa (29/3/2022), vaksinasi Covid-19 dosis lengkap di Indonesia telah mencapai 158,8 juta atau tepatnya 158.830.466 suntikan. Angka tersebut setara dengan 76,26% dari sasaran vaksinasi nasional sebanyak 208.265.720 dosis.

Kemenkes juga melaporkan sebanyak 196.240.871 orang masyarakat yang telah menerima vaksinasi dosis pertama atau setara dengan 94,22% dari total sasaran vaksinasi nasional. Pada hari ini terdapat 282.832 orang yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Sementara itu untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster pada hari ini mencapai 1.349.225 suntikan sehingga total menjadi 21.474.870.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN