Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Universitas Pelita Harapan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Universitas Pelita Harapan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Prof Udin Silalahi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum UPH

Rabu, 6 April 2022 | 14:52 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

TANGERANG, investor.id – Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Pelita Harapan (UPH), Prof Dr jur Udin Silalahi, SH LLM, dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Hukum pada Rabu (6/4/2022) di UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tertanggal 1 Desember 2021.

Pada acara pengukuhan, Prof Udin menyatakan orasi ilmiahnya yang berjudul 'Hukum Persaingan Usaha di Indonesia dalam Pasar Digital: Quo Vadis?'. Lewat paparannya, ia menyampaikan maraknya pasar digital di kalangan masyarakat dan pentingnya peran pemerintah dalam menyikapi perkembangan ekonomi digital dari perspektif hukum persaingan usaha dan konstitusi ekonomi.

“Ekonomi digital menciptakan peluang bisnis seperti jasa transportasi online (ride hailing), platform internet yang menyediakan barang pemasok dan pembeli (multi-sided-market) seperti brand e-commerce ternama, serta lainnya," katanya.

Baca juga: UPH Buka Pusat Studi G20 Indonesia, Pertama di Wilayah Asean

Perkembangan ekonomi digital ini mencakup semua aspek kehidupan masyarakat, seperti transportasi, perbankan, asuransi, sampai pendidikan. Upaya pemerintah mendorong pengembangan ekonomi digital patut didukung dan diapresiasi, tetapi tidak hanya mendorong pengembangan yang menghasilkan peluang bisnis baru di pasar digital saja, tapi seharusnya juga diiringi dengan pembentukan peraturan-peraturan di pasar digital.

"Peraturan yang memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha di pasar digital dalam menjalankan kegiatan usahanya dan bagi konsumen sebagai pembeli produk atau jasa yang disediakan melalui pasar digital,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Prof Udin menyampaikan bahwa dalam perkembangan pasar digital mulai muncul penggunaan artificial intelligence (AI). Ini digunakan dalam digital marketing agar pelaku usaha mengerti tentang konsumen, sehingga dapat mengetahui rasional dari keputusan konsumen.

Advertisement

Baca juga: UPH Buka Prodi Baru D4 Teknologi Laboratorium Medis

Penggunaan AI membuat kerumitan pasar digital menjadi sebuah konsep yang sangat kompleks karena AI bebas dan kemampuannya luas. Kehadiran AI melalui machine learning membuatnya terus berkembang tanpa henti dalam pasar digital.

Dengan intensifikasi pasar digital dan munculnya kecanggihan penggunaan AI, harus dilihat arah perkembangan UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Hal ini dikarenakan kondisi pasar saat pembentukan Undang-Undang tersebut dengan kondisi sekarang di tahun 2022 sudah sangat berbeda. Arah perkembangan yang diusulkan akan turut memberikan konsep kemana arah perkembangan persaingan usaha di Indonesia agar terciptanya iklim persaingan usaha di Indonesia yang relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Baca juga: Prof Sabrina Sihombing Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Manajemen UPH

"Ketidakadaan ketentuan yang mengatur tentang pasar digital membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kurang percaya diri dalam melakukan analisis pasar digital secara komprehensif,” jelas Prof. Udin.

Saat ini Indonesia sudah didominasi oleh pasar digital dengan banyaknya pertukaran informasi melalui jaringan internet. Perkembangan teknologi digital di satu sisi dapat menghasilkan efisiensi, namun disisi lain juga dapat mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat melalui penetapan harga atau melalui penggabungan dua perusahaan yang jadi lebih dominan. Terlebih apabila ada pengambilalihan terhadap perusahaan start up yang membutuhkan modal dalam pengembangannya.

Untuk itulah Prof Udin berharap, hasil penelitiannya ini dapat memberikan suatu pandangan baru bagi pemerintah untuk segera melakukan amandemen UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Dengan penambahan Prof Udin Silalahi sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum di UPH, membuktikan bahwa kualitas tenaga pendidik di UPH terus mendukung perkembangan keilmuan agar semakin relevan dengan situasi kehidupan terkini, serta meningkatkan reputasi UPH di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN