Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: IST

Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: IST

Ketua KPK: Nilai Antikorupsi Perlu Ditanamkan di Setiap Jenjang Pendidikan

Rabu, 4 Mei 2022 | 13:35 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firly Bahuri mengingatkan pentingnya nilai-nilai dan unsur antikorupsi ditanamkan dalam setiap jenjang pendidikan baik formal maupun informal. Hal itu dapat mengakselerasi membuminya budaya antikorupsi di Indonesia.

Firli mengatakan Hari Raya Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2022 lalu merupakan momen penting dan bersejarah bagi bangsa Indonesia.

"Kita rayakan hardiknas, namun bukan sekadar untuk mengenang jasa pahlawan pendidikan dimasa lalu, tapi seyogianya patut kita ambil makna dan esensi dari pengorbanan besar para pahlawan bagi bangsa dan negara," kata Firli Bahuri dalam keterangan tertulis, Rabu (4/5/2022).

Karena itu, KPK memandang pendidikan sebagai elemen yang sangat penting untuk mengakselerasi segenap daya upaya pemberantasan korupsi di NKRI. Pendidikan adalah jantung serta urat nadi dalam membangun pondasi dasar pembentukan karakter serta integritas anak-anak bangsa bangsa sehingga memiliki ruh serta kepribadian antikorupsi dalam dirinya.

Atas dasar itulah, KPK mengedepankan pendidikan sebagai salah satu "national interest" dalam road map pemberantasan 2022 - 2045.

"Pada tahun 2045 akan menjadi tahun penting karena tahun tersebut Indonesia akan menjadi 5 kekuatan ekonomi dunia, dengan syarat Indonesia harus bersih dari korupsi," terang Firli.

Baca juga: Firli Bahuri: Tidak Boleh ada Lagi Tersangka Korupsi Bebas karena Kurang Bukti

Rencana Strategi Pemberantasan korupsi KPK tahun 2019 - 2024 menempatkan pendidikan sebagai strategi pertama dari trisula pemberantasan korupsi di NKRI, yang menjadi salah satu hal yang fundamental disamping pencegahan dan penindakan yang merupakan core bussiness KPK.

Menggunakan jejaring pendidikan formal hingga non formal mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi, pihaknya telah memasukan unsur serta nilai-nilai pendidikan antikorupsi kepada anak-anak bangsa di republik ini, agar terbentuk paradigma baru dalam memandang korupsi bukanlah hal biasa, terbiasa apalagi dianggap sebagai budaya atau warisan kultur bangsa.

"Melalui strategi pendidikan kita ingin membangun budaya dan peradaban bangsa Indonesia yaitu budaya dan peradaban antikorupsi," tegas Firli.

Dijelaskannya, unsur serta nilai-nilai antikorupsi yang ditanamkan kedalam setiap jenjang pendidikan di Indonesia. “Insya Allah akan membentuk mindset dan budaya antikorupsi yang lambat laun menjadi peradaban generasi penerus bangsa di republik ini. Kita semua tentunya berharap, budaya antikorupsi secepatnya membumi di bumi pertiwi,” tuturnya.

Menurut Firli, tidak sedikit nilai-nilai kehidupan yang dapat digali dari tekad kuat serta kerelaan luar biasa para pahlawan pendidikan saat membabat habis benih-benih kebodohan yang ditanamkan kaum penjajah pada ladang pemikiran bangsa Indonesia kala itu.

"Kita semua tentunya sependapat bahwa sejarah Ki Hadjar Dewantara telah memberikan banyak teladan akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan dan kemajuan bangsa ini. Benar kata Tokoh sekaligus Pahlawan Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara, tak ada hukuman yang lebih menyedihkan dari terpenjara kebodohan," ujar Firli.

Kebodohan, kata Firli, adalah pangkal kemiskinan yang sangat erat kaitannya dengan kemaksiatan atau kebatilan. Hanya melalui pendidikan, hal-hal buruk tersebut dapat diberantas tuntas sampai ke akar-akarnya.

Baca juga: Ketua KPK: Tiga Isu May Day, Bukti Peran Buruh dalam Pemberantasan Korupsi

Tidak dapat dipungkiri, lanjut dia, teladan yang diberikan Ki Hadjar Dewantara beserta pahlawan pendidikan lainnya yang telah mengubah sudut pandang bangsa Indonesia untuk menyongsong masa depan dan mewujudkan cita-cita bangsa dengan pendidikan.

Jika melihat perjalanan republik ini dari masa ke masa, pendidikan jelas menjadi satu senjata yang paling ampuh yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia (Education is the most powerful weapon which you can use to change the world), "Dimana bangsa kita yang awalnya terbelakang karena kebodohan, kini menjadi bangsa superior yang cerdas dimata dunia, seiring dengan meningkatnya kualitas pendidikan rakyat Indonesia," ungkap Firli.

"Kembali saya ingatkan, bahwasanya masa depan bangsa ini tidak ditentukan saat dia terlahir, namun dengan pendidikan serta semangat belajar, berjuang, bekerja keras, Insya Allah masa depan NKRI akan semakin baik," pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com