Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Co-Chair Y20, Michael Sianipar dan Rahayu Saraswati

Co-Chair Y20, Michael Sianipar dan Rahayu Saraswati

Catat! Seluruh Rangkaian Pre-Summit Y20 Bisa Diakses Publik

Sabtu, 14 Mei 2022 | 09:45 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Co-chair Y20 Indonesia  Rahayu Saraswati mengatakan  menjadi  tuan rumah agenda Youth 20 atau Y20, Indonesia mencontohkan praktik baik yang telah dilakukan  oleh Arab Saudi ketika menjadi tuan rumah Y20 tahun 2020, yakni  membuka akses Y20 untuk publik melalui Pre-Summit  atau Pra-KTT Y20.

Menurut Rahayu, sebelumnya semua rangkaian negosiasi Y20  hanya eksklusif untuk delegasi. “Harus dipahami juga Y20 ini bukan simulasi. Kita ini betul-betul  representasi resmi  delegasi resmi dari setiap negara   hanya kebetulan usia pemuda tetapi betul-betul delegasi KTT (konferensi tingkat tinggi),” ujarnya  dalam acara Lunch Talk dengan tema; “ Y20: Kiprah Pemuda Dalam G20” disiarkan oleh  Beritasatu News Channel, Jumat (13/5/2022).

Advertisement

Untuk itu, Sara menuturkan adanya Pra-KTT ini diharapkan para delegasi dari berbagai negara bisa mendengarkan realita yang ada di Indonesia.  Dalam hal ini, hal yang dialami Indonesia, apalagi Indonesia merupakan negara berkembang yang pertama menjadi presidensi G20. Sementara presidensi G20 sebelumnya adalah negara maju.

“Jadi kadang-kadang, nih contoh  saja  di tahun lalu.  Teman-teman kita (delegasi Indonesia), mereka menceritakan salah satu negosiasi, negara yang  maju sudah membicarakan sampah dari luar angkasa,  sedangkan kita masih bisa tentang air bersih,” tuturnya.

Menurutnya, Pre-Summit yang bisa diakses publik ini untuk menunjukkan kepada realitas masalah yang disampaikan oleh para pemuda Indonesia meski dari pelosok. Pasalnya, sebagai delegasi Y20, tidak dapat mewakili suaranya sendiri, tetapi harus mewakili seluruh suara pemuda-pemudi dari negaranya masing-masing.

Selanjutnya, terkait antusiasme pemuda terhadap Summit Y20, Sara menuturkan hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dari tahun ke tahun,  karena kesadaran akan G20 ini masih belum tinggi.

Oleh karena itu, ia menilai hal tersebut menjadi kesempatan Indonesia untuk memulai dengan fokus melibatkan pemuda ada di daerah  melalui Pre-Summit Y20. “Dengan kita datang ke Lombok atau datang ke Palembang, mereka yang tadinya tidak pernah mendapatkan kesempatan terlibat dalam  diplomasi  internasional akhirnya jadi tahu,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pemuda di daerah ini mendapat pengalaman untuk berbicara di forum internasional  termasuk cara berkontribusi dari  suara  untuk perkembangan  dunia  dalam diplomasi internasional.

Sebagaimana diketahui, Indonesian Youth Diplomacy (IYD) mendapat kepercayaan dari  pemerintah  menjadi penyelenggara Y20 Indonesia.  Y20 merupakan forum dialog resmi pemuda dalam presidensi G20 Indonesia.

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN