Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah pejalan kaki dan pengguna kendaraan bermotor di jalan Sudirman, Jakarta, belum lama ini. (Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Sejumlah pejalan kaki dan pengguna kendaraan bermotor di jalan Sudirman, Jakarta, belum lama ini. (Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Ini Isi SE Terbaru soal Relaksasi Aktivitas Masyarakat

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:52 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan 2 surat edaran yang menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo. Keduanya, yaitu Surat Edaran (SE) No 18 Tahun 2022 terkait Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan SE No 19 Tahun 2022 terkait Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang berlaku mulai 18 Mei 2022.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan terdapat pembaharuan kebijakan sebagai tindak lanjut beberapa mandat relaksasi aktivitas masyarakat di masa pandemi Covid-19 oleh Presiden. Selain itu, juga dihimbau selama perjalanan dalam dan luar negeri pelaku perjalanan untuk seluruh moda transportasi agar tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung.

"Mengingat, adanya relaksasi, maka penjarakan antar penumpang akan semakin terkompromi. Sehingga diperlukan upaya menghindari potensi penularan semaksimal mungkin dengan meminimalisir adanya droplet di tempat tertutup seperti alat transportasi," kata Wiku pada konferensi pers “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia” secara daring, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Jokowi: Tak Perlu Pakai Masker di Ruang Terbuka

Wiku juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan prinsip kehati-hatian. Dalam hal ini, masyarakat dimohon dapat amanah menjalankannya dan senantiasa waspada, siaga, dan adaptif dengan berbagai perubahan ke depannya.

Dengan begitu, upaya pencegahan sedini mungkin agar kerugian akibat bencana atau kedaruratan dapat ditanggulangi semaksimal mungkin. Pasalnya, di saat yang sama kita pun harus bersiap menghadapi ancaman kesehatan lainnya.

"Pada prinsipnya untuk menyelamatkan banyak jiwa maka diperlukan investasi yang besar terhadap sektor kesehatan dan sistem pendukungnya termasuk membudayakan perilaku bersih dan sehat di setiap sendi kehidupan," pesan Wiku.

Adapun pembaharuan yang tertuang dalam Surat Edaran Satgas No.18 Tahun 2022 terkait PPDN dengan kembalinya lagi syarat perjalanan sebagaimana yang berlaku sebelum periode Hari Raya Idulfitri dan mudik tahun 2022 di antaranya:

Pertama, tidak diwajibkan menunjukkan hasil RT-PCR/Antigen untuk pelaku perjalanan dengan divaksin dosis lengkap dan booster. Kecuali bagi yang baru menerima 1 dosis vaksin masih diwajibkan hasil RT-PCR 3x24 jam atau Antigen 1x24 jam.

Baca juga: Kemenkes: Situasi Endemi Indonesia Masih Dibahas Ahli Epidemiologi

Kedua, kewajiban menunjukkan kartu vaksin dan hasil negatif Covid-19 dapat dikecualikan bagi yang mengalami kondisi kesehatan tertentu. Namun, dengan catatan ada surat keterangan dari Rumah Sakit (RS) Pemerintah yang menyatakan tidak bisa divaksin.

Ketiga, untuk anak usia kurang dari 6 tahun yang melakukan perjalanan dikecualikan juga menunjukkan kartu vaksinasi dan wajib testing. Tetapi dengan catatan pendampingnya telah memenuhi syarat perjalanan sesuai ketentuan.

Adapun Surat Edaran Satgas No 19 Tahun 2022 terkait Protokol Kesehatan PPLN di antaranya:

Pertama, tidak diwajibkannya bagi seluruh pelaku perjalanan internasional menunjukkan hasil negatif Covid-19 (PCR/antigen) sebelum memasuki Indonesia. Dengan catatan telah memenuhi kelengkapan data profil di PeduliLindungi.

Namun, tes ulang masih berlaku bagi yang bergejala mirip Covid-19 atau suhu diatas 37,5 derajat celsius (suspek) dan bagi mereka yang berkewajiban karantina sebagai syarat untuk menyelesaikannya. Khusus karantina 5x24 jam diperuntukkan juga bagi yang belum divaksin atau sudah dosis pertama minimal 14 hari sebelum keberangkatan.

Baca juga: Pelaku Perjalanan Dalam dan Luar Negeri Tak Perlu PCR dan Antigen ke Indonesia

Kedua, khusus bagi yang masuk kategori PPLN Post Covid-19 Recovery atau yang telah menjalani isolasi atau perawatan dan telah dinyatakan tidak aktif menularkan, tidak lagi wajib tes ulang saat kedatangan. Sama seperti pengaturan sebelumnya, kategori ini akan dikecualikan untuk menunjukkan sertifikat vaksin dengan syarat mampu menunjukkan surat keterangan dari RS Pemerintah atau Kementerian Kesehatan negara keberangkatan.

Ketiga, ditetapkannya penambahan pintu masuk internasional dengan dibukanya 6 bandar udara yaitu Sultan Iskandar Muda (Aceh), Minangkabau Sumatera Barat, Sultan Mahmud Badaruddin II Sumatera Selatan, Adisumarmo Jawa Tengah, Syamsuddin Noor Kalimantan Selatan, dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Kalimantan Timur.

Selain itu, untuk mendukung operasional program haji yang akan dibuka dari tanggal 4 Juni-15 Agustus 2022 serta dibukanya seluruh pelabuhan internasional di Indonesia, dibukanya 6 perbatasan lintas batas negara untuk jalur darat yaitu Nanga Badau di Kalimantan Barat, Motamasin dan Wini di NTT, Skouw dan Sota di Papua.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN