Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(Foto ilustrasi). Para pengunjung sedang berfoto di taman Merlion, Singapura pada 13 Agustus 2019.  AFP / afp photo / Roslan RAHMAN

(Foto ilustrasi). Para pengunjung sedang berfoto di taman Merlion, Singapura pada 13 Agustus 2019. AFP / afp photo / Roslan RAHMAN

Kemenag Soal Penolakan UAS di Singapura: Tidak Perlu Dibesar-besarkan 

Jumat, 20 Mei 2022 | 09:57 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri Agama (Wamenag)  Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa Ustaz Abdul Somad (UAS) yang ditolak masuk ke Singapura oleh pihak imigrasi setempat beberapa hari lalu. 

"Semoga beliau bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut," kata Zainut saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (20/5/2022).

Kendati demikian, Zainut berharap masalah UAS sebaiknya disikapi secara proporsional dan tidak perlu dibesar-besarkan karena kejadian serupa juga dialami oleh warga Indonesia lainnya. 

Zainut menuturkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto pernah tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat (AS) sewaktu ingin menghadiri kelulusan putranya di Boston pada tahun 2000.  Hal serupa juga menimpa mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat tahun 2017.

"Saya kira masih banyak kejadian serupa yang menimpa warga negara Indonesia lainnya. Jadi menurut saya hal tersebut hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan," kata Zainut. 

Zainut menegaskan yang harus dipahami bahwa petugas imigrasi di berbagai negara termasuk Indonesia memiliki otoritas untuk menolak atau menerima warga asing untuk masuk wilayah suatu negara. Hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan negara tersebut.

Indonesia sendiri melalui pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Bandara Soekarno Hatta selama tiga bulan terakhir dari bulan Januari - Maret 2022 telah melakukan penolakan masuk 234 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara dengan berbagai alasan.

Dikatakan Zainut, beragam alasan penolakan warga negara asing masuk ke suatu negara selain alasan keimigrasian, misalnya karena masuk dalam daftar cekal, paspor rusak atau palsu, tidak kooperatif, mengganggu ketertiban umum dan lain sebagainya.

"Jadi menurut saya masalah pencekalan terhadap UAS meskipun kita ikut prihatin terhadap kejadian tersebut namun sebaiknya kita tetap bersikap proporsional, tidak perlu emosi yang berlebihan, apalagi mengaitkan masalah tersebut dengan intervensi politik negara, misal menyebut "pesanan Jakarta". Hal tersebut sangat tidak relevan dan tidak beralasan. Akan lebih bijak jika kita melakukan muhasabah untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa tersebut," ujar Zainut.

Untuk itu, mantan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama (MUI) ini mengajak semua pihak membangun sikap hidup yang lebih terbuka dan toleran agar tidak selalu dihantui perasaan curiga dan syak wasangka yang berlebihan. 

"Ajaran agama Islam mengajarkan bahwa kita harus menjauhi prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa," tutupnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN