Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Menteri LHK: Kaum Muda Berperan Besar dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:17 WIB
Fuad Iqbal Abdullah (redaksi@investor.id)

BALIKPAPAN, Investor.id – Kaum muda memiliki peran besar dalam agenda mengatasi perubahan iklim dan krisis lingkungan saat ini. Sebagai penghuni planet bumi di masa mendatang, kaum muda diharapkan menjadi aktor utama dalam agenda global tersebut.

Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya dalam Pre-Summit ke-3 Forum Y20 bertema “Sustainable and Liveable Planet” (Planet yang Berkelanjutan dan Layak Huni), di Balikpapan, Sabtu malam (21/5/2022).

Menteri LHK menekankan, presidensi G20 yang saat ini dipegang Indonesia adalah momentum untuk merealisasikan aksi bersama mengatasi tiga krisis yang dihadapi bumi. Ketiganya adalah krisis iklim, hilangnya kenanekaragaman hayati, serta tingginya populasi dunia. “Ketiganya telah memunculkan berbagai dampak yang harus dihadapi planet ini,” ujarnya.

Melalui tema “Recover Together, Recover Stronger” yang diusung pada Presidensi G20 tahun ini, lanjut Siti, bertujuan untuk bersama-sama saling menopang memulihkan kembali kondisi menjadi lebih berkelanjutan. Dalam konteks perubahan iklim, menekankan pentingnya untuk mengakselerasi aksi bersama dan implementasi mitigasi untuk melindungi dan memulihkan lingkungan dan ekosistem.

Baca juga: Para Delegasi Y20 Antusias terhadap Produk UMKM Kalimantan

“Salah satu tujuan Presidensi G20 oleh Indonesia salah satunya adalah menyiapkan aksi nyata pada kelompok kerja lingkungan dan keberlanjutan iklim, melalui pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan memaksimalkan program pemulihan pasca Covid-19 dan pencapaian tujuan pembangunan global,” jelasnya.

Siti mengingatkan, kondisi lingkungan yang berkelanjutan dan layak huni adalah tantangan penting bagi umat manusia. Sebagai penerus masa depan, kaum muda diharapkan memiliki peran besar dalam mengatasi krisis lingkungan saat ini.

“Forum Y20 diharapkan terus mendorong implementasi model ekonomi sirkular, memperkuat kerja sama antarnegara G20, serta menunjukkan kaum muda sebagai agen pembangunan untuk menciptakan lingkungan dan iklim yang berkelanjutan,” tandasnya.

Dia mengharapkan, Y20 mampu memperkuat usaha-usaha bersama untuk melestarikan lingkungan dan mengatasi perubahan iklim sehingga menjadikan masa depan yang layak huni dan memiliki daya tahan terhadap iklim.

Menteri LHK menambahkan, aksi nyata untuk mengatasi isu perubahan iklim tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Setiap orang memiliki peran penting termasuk kaum muda.

“Generasi muda harus menjadi aktor dan memiliki kontribusi positif. Di antaranya upaya mengurangi, memanfaatkan dan mendaur ulang sampah; penggunaan sumber energi baru dan terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan iklim; membatasi penggunaan energi fosil, penanaman pohon secara meluas, serta terus melakukan inovasi teknologi yang relevan,” jelasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Dorong Kemitraan ASEAN-AS Tangani Perubahan Iklim

Sebagai generasi di era transisi energi saat ini, kaum muda akan menjadi faktor penentu mengakselerasi upaya dunia menuju penggunaan energi baru dan terbarukan. “Untuk itu, kaum muda harus terus didorong dalam penggunaan energi ramah lingkungan,” ujarnya.

Pentingnya peran kaum muda dalam mengatasi krisis lingkungan, menurut Siti, lantaran kaum muda memiliki karakter yaitu kemampuan adaptif terhadap berbagai pemikiran inovatif, memiliki ketertarikan terhadap ide-ide baru, memiliki mobilitas yang tinggi dan dinamis, memiliki solidaritas dan kesadaran sosial yang tinggi, serta memiliki tanggung jawab terhadap sekitar. “Karakter tersebut penting dalam agenda iklim dunia,” kata Siti.

Saat ini, lanjut Siti, dunia dihuni 1,8 miliar orang berusia 10 hingga 24 tahun. Di Indonesia, 20% populasi ada di rentang usia tersebut. “Ini waktu bagi kaum muda untuk menunjukkan potensi besarnya menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan. Ini saatnya bagi kita semua untuk mengambil aksi nyata,” ajaknya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN