Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pedagang minyak goreng eceran menakar minyak goreng curah di warung kelontong di Kemandoran, Jakarta, Rabu (10/2/2022).  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pedagang minyak goreng eceran menakar minyak goreng curah di warung kelontong di Kemandoran, Jakarta, Rabu (10/2/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Survei LSI: 72% Responden Kesulitan Akses Minyak Goreng Terjangkau

Minggu, 22 Mei 2022 | 16:24 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – Pasca dicabutnya larangan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk olahannya pekan depan, sebagian besar masyarakat mengaku masih kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

Hal ini tergambar dalam survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 10-14 Mei 2022 dengan melibatkan 1.273 responden.

Baca juga: Program "Migor Rakyat" Perluas Akses Penjualan Minyak Goreng Curah

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengungkapkan, mayoritas responden atau 72% mengaku kesulitan mendapatkan atau membeli minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir.

“Dari hasil survei LSI, mayoritas responden atau 92% juga mengalami kenaikan harga minyak goreng di wilayah tempat tinggal mereka,” kata Djayadi Hanan dalam konferensi pers hasil survei LSI terkait evaluasi publik terhadap kasus mafia minyak goreng, Minggu (22/5/2022).

Sementara itu, sebanyak 55% responden tahu atau pernah mendengar beberapa waktu lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan yang melarang ekspor CPO dan produk olahannya agar mencukupi kebutuhan dalam negeri. “Dari hasil survei LSI, 22% persen sangat setuju dan 64,7% setuju dengan kebijakan melarang ekspor CPO dan produk olahannya,” ungkap Djayadi.

Mayoritas responden atau sebanyak 62% juga tahu atau pernah mendengar Kejaksaan Agung menetapkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri di Kementerian Perdagangan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi ekspor minyak goreng. Dari yang tahu tersebut, mayoritasnya atau 51,8% menilai pelakunya harus dihukum seumur hidup.

“Dari yang tahu tersebut, mayoritasnya atau 76,8% percaya bahwa kasus dugaan korupsi tersebut juga melibatkan pejabat negara yang lebih kuat atau lebih tinggi dari Dirjen. Namun mayoritasnya juga percaya Kejaksaan Agung akan menuntaskan kasus korupsi perizinan ekspor minyak goreng, termasuk terhadap pejabat lain yang kemungkinan juga terlibat,” kata Djayadi.

Baca juga: Ekspor CPO Dibuka, Pemerintah Kembali Terapkan DMO dan DPO Migor 

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kesempatan sebelumnya menyampaikan, sejak kebijakan pelarangan ekspor sementara seluruh produk CPO dan turunannya diterapkan pada April lalu, pasokan minyak goreng curah pada bulan April mencapai 211.638,65 ton per bulan atau melebihi kebutuhan bulanan nasional yaitu sebesar 194.634 ton per bulan.

Kebijakan tersebut juga berdampak terhadap harga minyak goreng curah yang menurun dari Rp 19.800,00 per liter menjadi Rp 17.200,00 hingga Rp 17.600,00 per liter. Karenanya, pemerintah memutuskan untuk membuka kembali keran ekspor CPO dan produk olahannya mulai 23 Mei 2022. Kebijakan tersebut akan diikuti dengan upaya untuk tetap menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng melalui penerapan aturan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO) oleh Kementerian Perdagangan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com