Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja menata beras di gudang milik Bulog di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pekerja menata beras di gudang milik Bulog di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

3 Tahun Tak Impor Beras, Pemerhati Pangan Puji Kinerja Mentan

Senin, 23 Mei 2022 | 15:04 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerhati pangan Irma Suryani Chaniago mengapresiasi kerja cerdas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam menjalankan arahan Presiden Joko Widodo, termasuk meningkatkan produksi dalam negeri sehingga Indonesia tercatat tidak melakukan impor beras selama tiga tahun terakhir.

"Ini yang saya sebut kerja cerdas. Tidak impor kan artinya kerjanya berintegritas. Tidak macam-macam dan hanya fokus kerja saja. Saya kira ini perlu diapresiasi," ujar Irma, Minggu (22/5).

Menurut Irma, sektor pertanian sejauh ini adalah kunci sekaligus bantalan utama dari perekonomian Indonesia. Terbukti, Pertanian selama pandemi tetap memberi hasil yang cukup moncer, dimana ketersediaan pangan dalam negeri aman dan terkendali.

"Semua negera sedang jatuh karena pandemi. Belum lagi adanya perang Rusia dan Ukraina. Bahkan kita dihantam PMK (penyakit mulut dan kuku). Tapi semua terkendali. Pangan kita aman. Puasa dan lebaran berjalan lancar," katanya.

Ditambahkan Irma, pertanian di bawah komando Syahrul Yasin Limpo terus mengalami perbaikan ekspor. Kemudian perbaikan nilai tukar petani yang mengindikasikan meningkatnya kesejahteraan petani.

"Saya percaya Pak SYL bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik. Bahkan mlebihi target yang ditentukan. Luar biasa dan sangat cerdas," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia sudah tidak mengimpor beras selama tiga tahun terakhir setelah sebelumnya mengimpor 1,5-2 juta ton beras setiap tahunnya. Dia berharap, capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan menggenjot produktivitas dalam negeri.

"Yang biasanya kita impor 1,5 juta sampai 2 juta ton per tahun, sudah 3 tahun ini kita tidak. Ini yang harus dipertahankan, syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya, produktivitas petani itu harus ditingkatkan," katanya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

BAGIKAN