Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meninjau peternak dan posko penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Gresik. (Foto: Dok. Kementan)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meninjau peternak dan posko penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Gresik. (Foto: Dok. Kementan)

Komisi IV Apresiasi Langkah Cepat Kementan Tangani PMK

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:38 WIB

JAKARTA, investor.id - Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Hermanto mengapresiasi langkah cepat jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mengancam kesehatan hewan di seluruh Indonesia.

Meski demikian, Hermanto meminta agar pemerintah mempercepat proses vaksinasi secara massal sehingga para peternak dan masyarakat merasa aman dalam mengonsumsi daging, terutama menjelang hari raya Iduladha mendatang.

"Saya mengapresiasi pak Menteri bersama jajaran dalam waktu cepat bisa melakukan langkah-langkah konkret dari Aceh, Jawa Timur sampai Indonesia bagian timur. Tapi saya juga minta agar proses vaksin dipercepat. Kasihan para peternak dalam menghadapi Iduladha," katanya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Senin (24/5).

Anggota lainya dari Fraksi Partai Golkar Hanan A Rozak mendukung upaya Kementan dalam mempercepat pembuatan vaksin dalam negeri. Apalagi, kata Hanan, Kementan sudah menemukan serotipe yang sama dengan virus yang ada pada PMK.

"Kami sangat bersyukur Kementan sudah menemukan serotipe, sehingga vaksin ini bisa diproduksi di dalam negeri. Tapi menurut saya sebelum vaksin ini bisa diproduksi jangka pendeknya adalah hewan yang sudah terkena virus harus dilakukan pemotongan atau dimusnahkan," katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengaku optimis proses penyembuhan hewan ternak yang terkonfirmasi positif dapat dilakukan dengan baik melalui kolaborasi perawatan dan pengawasan yang intens antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

"Insyaallah bapak, semua hewan ternak yang ada di Aceh maupun wilayah merah lainnya akan terus kita intervensi melalui obat dan vitamin. Alhamdulillah dari data yang kita miliki hewan yang dalam arti meler, tidak bisa bergerak normal dan lain-lain, itu semakin sedikit. Artinya proses penyembuhan terus kita lakukan," ujarnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

BAGIKAN