Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud), Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud), Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng

Luncurkan Kurikulum Merdeka, Kemendibudristek Dorong Kemajuan Teknologi

Selasa, 24 Mei 2022 | 09:20 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan kurikulum merdeka untuk memberi fleksibilitas pada pembelajaran. Hal ini bertujuan menciptakan kurikulumyang sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi yang membutuhkan talenta digital.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Nizam mengatakan, banyak sekolah telah menggunakan kurikulum merdeka, yang lebih fokus pada capaian literasi dan numerasi siswa, termasuk kemampuan untuk bernalar kritis yang menjadi kompetensi penting di era digital ini.

Advertisement

Baca juga: Nadiem Janji  Kemendikbudristek Selalu Berdiri di Belakang Guru

Sementara di jenjang pendidikan tinggi, beberapa pendekatan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) antara lain melalui transformasi kurikulum Kampus Merdeka melalui penguatan kurikulum program studi (prodi) teknologi digital agar lebih sesuai dengan perkembangan teknologi terkini, pelatihan dosen, program internship dosen di dunia industri digital, serta mengundang para praktisi profesional untuk turut mengajar di perguruan tinggi.

“Kita juga memperkuat infrastruktur nasional dalam pengembangan riset dan ilmu teknologi digital terutama dalam kecerdasan artifisial,” kata Nizam di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Mantan dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menuturkan pada tahun 2021, Kemendikbudristek telah menyiapkan infrastruktur super komputer kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dengan kapasitas total sebesar 75 petaflops.

Dikatakan Nizam, super komputer tersebut dapat digunakan bersama untuk riset maupun pendidikan. “Kita juga sudah membentuk konsorsium riset perguruan tinggi bidang kecerdasan artifisial. Kolaborasi dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan DUDI (dunia usaha dunia industri) juga kita dorong melalui skema pendanaan matching-fund Kedaireka,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Ditjen Diktiristek melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat membuka penerimaan proposal pendanaan program penelitian dan pengabdian masyarakat tahun anggaran 2022.

Baca juga: Kemendikbudristek dan ASSA 2022 Dorong Transformasi Teknologi Pendidikan

Program pendanaan ini ditujukan bagi perguruan tinggi sebagai lembaga pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat meningkatkan riset dan inovasinya demi mendorong pembangunan nasional.

“Di tahun 2022, Ditjen Diktiristek melakukan transformasi dana pemerintah untuk penelitian pendidikan tinggi. Terdapat dua skema pendanaan penelitian yakni competitive fund dan matching fund,” ujar Nizam.

Competitive fund merupakan program kompetisi penelitian Kampus Merdeka bagi perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Sementara program matching fund sebagai terobosan Kedaireka untuk melakukan hilirisasi penelitian kerja sama antara perguruan tinggi dengan mitra baik kementerian/lembaga, nonkementerian, pemerintah daerah, dinas dan lain sebagainya.

Untuk skema competitive fund Ditjen Diktiristek telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,2 triliun, dengan rincian Rp 100 miliar untuk mewadahi 10.000 dosen pemula PTN dan PTS dari klaster riset utama, madya, dan binaan.

Kemudian anggaran sebesar Rp 525 miliar untuk hilirisasi penelitian bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan PTS klaster utama dan madya, serta Rp 575 miliar ditujukan bagi hilirisasi penelitian untuk menjawab solusi negara bagi PTN Badan Hukum (BH) dan PTS klaster mandiri.

Baca juga: Kemendikbudristek: Pelaksanaan PTM Harus Sesuai SKB 4 Menteri

Sementara untuk program matching fund, Ditjen Diktiristek menyediakan dana Rp 950 miliar bagi PTN dan PTS untuk hilirisasi kerja sama penelitian perguruan dengan mitra melalui Kedaireka.

Dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat di perguruan tinggi, Nizam mendorong agar penelitian yang akan dilakukan oleh para dosen nantinya dapat melibatkan mahasiswa. Pasalnya, pendidikan tinggi pada dasarnya untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) masa depan menjadi lebih kreatif, inovatif, dan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi melalui kemampuan untuk melakukan riset dan inovasi.

"Penelitian yang dilakukan oleh dosen harus melibatkan mahasiswa. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengembangkan pengetahuan dan teknologi, bersama-sama co-creation antara dosen dan mahasiswa," ucapnya.

Nizam pun berharap mahasiswa yang terlibat dalam penelitian dapat diberikan hak berupa satuan kredit semester (SKS). Hal ini lantaran kompetensi yang mahasiswa dapatkan selama menjadi asisten dosen dalam penelitian sangat besar dibandingkan dengan yang mereka dapatkan di dalam kelas.

"Libatkan mahasiswa, berikan dia SKS, dan berikan bimbingan intensif, sehingga karya yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa adalah karya yang betul-betul dikerjakan secara sungguh-sungguh," terangnya.

Selanjutnya dalam hal hilirisasi produk penelitian, Nizam menekankan pentingnya melibatkan mitra industri sedini mungkin agar agenda riset di perguruan tinggi relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Melalui platform Kedaireka, ia berharap mampu menjadi solusi sehingga dapat meningkatkan relevansi dari penelitian baik dalam hal dana dan kesesuaian dengan kebutuhan pasar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN