Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah pengunjung di dalam mall di Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sejumlah pengunjung di dalam mall di Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

PPKM Level 1, WFO di Jabodetabek Bisa 100%

Selasa, 24 Mei 2022 | 12:21 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id -- Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali kembali diperpanjang mulai 24 Mei hingga 6 Juni 2022. Untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) ditetapkan sebagai PPKM level 1. Hal ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 26 tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Inmendagri itu ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 23 Mei 2022.


"Instruksi Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 24 Mei 2022 sampai dengan tanggal 6 Juni 2022," bunyi Inmendagri yang dikutip Beritasatu.com, Selasa (24/5/2022).

Advertisement


Dalam aturan tersebut untuk pelaksanaan work from office (WFO) atau bekerja dari kantor di wilayah PPKM level 1 bagi sektor non esensial dapat dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 100%. Kendati begitu para pegawai harus sudah divaksin Covid-19 dan diwajibkan menggunakan PeduliLindungi.


"Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan maksimal 100 persen work from office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja," demikian isi inmendagri tersebut.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Jabodetabek Berstatus Level 1 


Aturan itu juga berlaku untuk perusahaan di sektor esensial dimana diizinkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 100%. Yakni mulai sektor keuangan dan perbankan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, hingga perhotelan non penanganan karantina.


Untuk industri orientasi ekspor hanya dapat beroperasi dengan pengaturan shift dengan kapasitas maksimal 100% staf untuk setiap shift hanya di fasilitas produksi/pabrik. Sedangkan untuk pelayanan administrasi perkantoran hanya berkapasitas 75%.


Kemudian, untuk sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban dapat beroperasi 100% tanpa pengecualian. Untuk sektor penanganan bencana, energi, logistik, pos, transportasi dan distribusi, makanan dan minuman, hingga konstruksi, dapat beroperasi 100% hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat.


Selanjutnya, fasilitas pusat kebugaran atau gym, ruang pertemuan/ruang rapat/meeting room, dan ruang pertemuan di hotel diizinkan beroperasi dengan kapasitas besar/ballroom dengan kapasitas maksimal 100%.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN