Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Abdulla Shahid. ( Foto: United Nations )

Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Abdulla Shahid. ( Foto: United Nations )

PBB Apresiasi Penanganan Covid-19 di Indonesia

Kamis, 26 Mei 2022 | 17:27 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BADUNG, investor.id – Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Abdulla Shahid menyampaikan apresiasi atas penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal ini disampaikan saat memberikan pidato sambutan dalam pembukaan acara “The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali, pada Rabu (25/5).

“Kami semua sangat senang melihat Bali, berkumpul acara tatap muka hari ini dalam skala besar. Saya telah diberitahu bahwa sekitar tujuh ribu peserta telah mendaftar untuk pertemuan hari ini. Ini merupakan bukti komitmen kuat dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Yang Mulia Presiden Joko Widodo untuk memerangi Covid-19 dan mengembalikan negara ke jalur pemulihan,” ujar Shahid.

Advertisement

Lebih lanjut, Shahid pun mengajak dan meminta dunia mencontoh Indonesia yang proaktif berinvestasi pada resiliensi penanggulangan agar tangguh menghadapi bencana.

“Indonesia merupakan negara rentan bencana namun dapat proaktif berinvestasi pada penanggulangan, sehingga banyak yang bisa dipelajari dari model yang telah diterapkan oleh Indonesia. Pandemi Covid-19 telah membuktikan bahwa seperti itulah apa yang disebut sebagai sebuah risiko dari bencana,” katanya.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Jane Mohammed juga mengapresiasi sejumlah langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air sehingga konferensi GPDRR 2022 dapat digelar secara tatap muka dan aman. Ia pun mengapresiasi pencapaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

“Memvaksinasi populasi 270 juta adalah prestasi besar, dan kami memuji kepemimpinan Indonesia atas program vaksinnya untuk menjaga semua orang aman,” ungkap Amina.

Saat membuka secara resmi acara GPDRR 2022, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, pandemi Covid-19 dalam dua tahun ini merupakan bencana terbesar di dunia yang telah menginfeksi 527 juta orang dan merenggut korban jiwa hingga 6,3 juta orang. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan dinamis sesuai situasi terkini untuk menjaga keseimbangan sisi kesehatan dan sisi ekonomi.

“Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan dinamis sesuai situasi terkini, menjalankan kebijakan 'gas dan rem' untuk menjaga keseimbangan sisi kesehatan dan ekonomi dan terbukti telah memberikan dampak baik,” ujar Jokowi.

Di hadapan para delegasi, Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia terdiri dari 17.000 pulau lebih dan telah berhasil menyuntikkan sedikitnya 411,5 juta dosis vaksin. Dampaknya, kasus harian menurun tajam dan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga baik.

“Kasus harian turun tajam dari 64,7 ribu saat puncak menjadi 345 kasus. Pertumbuhan ekonomi terjaga 5,01% dan inflasi di level aman 3,5%,” tambah dia.

Terkait GPDRR 2022, Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara rawan bencana, seperti gempa bumi disertai tsunami, letusan gunung berapi, bahkan kebakaran hutan. Namun dengan berbagai upaya, bencana tersebut dapat teratasi dan ditekan seminimal mungkin.

“Indonesia merupakan negara rawan bencana. Pada 2022 saja, per 23 Mei telah terjadi bencana sebanyak 1.613. Rata-rata dalam sebulan terjadi 500 kali gempa, skala kecil maupun besar,” katanya.

Untuk itu, di dalam forum internasional itu, Indonesia menyatakan siap berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam mitigasi bencana sekaligus menyerap praktik mitigasi bencana dari negara lain.

“Sebagai negara rawan bencana, Indonesia mempunyai akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang bisa menjadi pelajaran penting bagi dunia. Tapi Indonesia juga ingin, sangat ingin belajar dari pengalaman internasional. Let’s work together to mitigate the risk of disaster for a better life today and tomorrow,” tambah Jokowi.

Sebagai informasi, Indonesia menjadi negara pertama di Kawasan Asia-Pasifik yang dipercaya oleh UNDRR untuk menjadi tuan rumah. GPDRR akan dilakukan secara hybrid, tetapi lebih dari 80% hadir secara fisik di lokasi acara. UNDRR mencatat, ada 7.470 pendaftar yang berasal dari 185 negara anggota dan observer PBB dan terdapat lebih dari 3.000 badge ID yang telah diterbitkan untuk para delegasi.

Hadir dalam acara tersebut secara daring yaitu Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Ada pun yang hadir secara langsung yaitu Wakil Presiden Zambia W.K. Mutale Nalumango, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) RI Muhadjir Effendy, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BNPB Suharyanto dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN