Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaprekraf) Angela Tanoesudibjo saat mengikuti Ministrial Round Table dalam acara 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022, di Bali. ( Foto: kemenprekraf.go.id )

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaprekraf) Angela Tanoesudibjo saat mengikuti Ministrial Round Table dalam acara 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022, di Bali. ( Foto: kemenprekraf.go.id )

Global Platform for Disaster Risk Reduction 2022

Biaya Kerugian Bencana Tergantung Ekosistem Pariwisata

Jumat, 27 Mei 2022 | 14:10 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BADUNG, investor.id – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaprekraf) Angela Tanoesudibjo menyampaikan sudut pandang Indonesia tentang masalah pembiayaan disaster risk reduction (DRR) di sektor pariwisata. Di mana biaya kerugian bencana akan melebar tergantung pada ekosistem pariwisata tersebut.

“Biaya kerugian bencana melebar karena pariwisata tergantung pada ekosistem yang utuh dan kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sangat penting untuk rencana manajemen terpadu,” ujar Angela dalam keterangan usai mengikuti sesi “Ministrial Round Table” Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022, di Bali pada Kamis (26/5).

Baca Juga: Menparekraf Promosikan Kopi Kintamani pada Delegasi GPDRR 2022

Dia juga menambahkan perlunya kolaborasi multi-stakeholder dalam mengatasi bencana. Para pelaku pariwisata pun harus mengambil peran aktif dalam antisipasi dan penanggulangan bencana demi mewujudkan industri pariwisata yang berkelanjutan.

“Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, berkomitmen untuk agenda ini dengan membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Angela.

Baca Juga: PMI Gandeng Pos Indonesia Distribusikan Bantuan Bencana Kemanusiaan

Sementara itu, Staf Ahli Manajemen Krisis Fadjar Hutomo menuturkan soal Kemenparekraf yang telah meluncurkan aplikasi Carbon Footprint Calculator (CFPC) untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Program Carbon Footprint Calculator (CFPC) merupakan upaya Kemenparekraf dalam melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah dihasilkan, dengan menyerap jejak karbon demi membantu mencegah dampak buruknya pada iklim,” ujar Fadjar, yang ikut hadir dalam GPDRR 2022.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com