Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Beritasatu Photo)

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Beritasatu Photo)

SMRC: Ganjar Pranowo Tokoh Terkuat, Wajar Dilirik

Sabtu, 28 Mei 2022 | 05:50 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menilai wajar jika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dilirik partai politik dan dipasangkan dengan sejumlah tokoh untuk menjadi kandidat cawapres Ganjar di Pilpres 2024. Pasalnya, saat ini, Ganjar merupakan tokoh terkuat dari segi elektabilitas sehingga bisa memberikan efek positif bagi pasangan dan parpol yang mengusungnya.

"Kemungkinan pasangan saat ini masih terbuka. Sangat banyak kemungkinannya. Namun, sebagai tokoh terkuat saat ini, Ganjar cenderung positif dipasangkan dengan banyak tokoh," ujar Abbas saat dihubungi, Jumat (27/5/2022).

Advertisement

Termasuk, kata Abbas, jika Ganjar dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal Andika Prakasa, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Menteri BUMN Erick Thohir. Menurut Abbas, dorongan dari elemen masyarakat agar Ganjar dipasangkan dengan tokoh-tokoh tersebut, mengindikasikan Ganjar adalah tokoh potensial saat ini.

"Harapan banyak pihak untuk memasangkan seseorang sebagai wakilnya Ganjar adalah pertanda bahwa ia memang dinilai sebagai tokoh yang paling potensial. Setidaknya untuk saat ini," tandas dia.

Abbas menilai Anies dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebetulnya cukup kompetitif untuk berhadapan dengan Ganjar. Namun, kata dia, kedua tokoh tersebut masih terbebani masa lalu politiknya.

"Anies terbebani sejarah 212, politisasi agama. Prabowo terbebani dengan kekalahan tiga kali Pilpres. Itu di antara penyebab keduanya perlu berupaya lebih keras untuk bisa bersaing," jelas dia.

Begitu juga, kata Abbas, dengan dukungan partai politik untuk Ganjar. Menurut dia, Ganjar akan lebih kuat lagi jika didukung oleh PDIP. Meskipun, kata dia, Ganjar akan tetap kompetitif jika didukung oleh partai di luar PDIP. 

"Harapan beberapa tokoh partai untuk jadi pasangan Ganjar, atau menawarkan tokoh lain untuk berpasangan dengan Ganjar, menandakan bahwa beberapa partai  non PDIP sudah membuka pintu atau menawarkan kemungkinan mengusung Ganjar jika tidak diusung oleh PDIP," pungkas Abbas. (YUS)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN